Mengubah Gulma Menjadi Karya: Pesona Kerajinan Akar Keladi Air Khas Kalbar
- 04 Agt 2026 15:38 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Siapa sangka, tanaman liar yang kerap dianggap sebagai gulma pengganggu di perairan sungai dan rawa Kalimantan Barat kini menjelma menjadi komoditas ekonomi kreatif bergengsi. Di tangan para pengrajin lokal, serat dan akar keladi air—atau yang dikenal luas sebagai eceng gondok—diolah menjadi aneka kerajinan tangan bernilai seni dan berdaya jual tinggi.
Rawa-rawa dan alur sungai di sekitar Kota Pontianak serta Kabupaten Kubu Raya menyediakan bahan baku alami ini secara berlimpah. Dulu, keberadaan keladi air kerap dikeluhkan karena menyumbat alur pelayaran perahu kecil dan mempercepat pendangkalan sungai. Namun, sentuhan kreativitas berhasil mengubah persepsi tersebut dari masalah lingkungan menjadi peluang ekonomi.
Proses Panjang Menghasilkan Serat Berkualitas
Membuat kerajinan dari akar dan batang keladi air memerlukan ketelitian serta kesabaran ekstra. Proses diawali dengan pemanenan tanaman keladi air yang cukup umur dari perairan. Bagian akar dan batang kemudian dipisahkan, dibersihkan dari lumpur, lalu dicuci hingga benar-benar bersih.
Setelah bersih, bahan mentah tersebut dipipihkan dan dijemur di bawah terik matahari selama kurun waktu satu hingga dua minggu. Proses pengeringan alami ini sangat krusial untuk memastikan kadar air hilang sepenuhnya, sehingga serat tidak mudah berjamur dan memiliki fleksibilitas yang pas saat dianyam.
Proses pengeringan kuncinya adalah Kalau penjemuran kurang maksimal, produk bisa cepat berjamur. Namun jika dikeringkan dengan benar dan diberi pelapis khusus, hasil anyaman akar keladi air ini sangat kuat dan tahan bertahun-tahun.
Dari Keranjang Hingga Hiasan Rumah Modern
Ragam produk yang dihasilkan dari olahan keladi air ini sangat bervariasi. Akar dan batang yang telah dianyam dapat dibentuk menjadi keranjang penyimpanan (laundry basket), tas etnik, alas meja (placemat), karpet, tempat tisu, hingga kap lampu dekoratif.
Warna cokelat keemasan alami (natural tone) yang dipancarkan oleh serat keladi air kering memberikan sentuhan estetika bohemian dan ramah lingkungan (eco-friendly). Tak heran jika produk ini sangat diminati oleh masyarakat urban, pengelola hotel, hingga pasar ekspor yang menyukai dekorasi bergaya alami.
Solusi Ekologi dan Ekonomi Lokal
Pemanfaatan keladi air sebagai bahan baku kerajinan tangan memberikan dampak ganda yang positif bagi Kalimantan Barat. Dari sisi lingkungan, pembersihan keladi air secara berkala membantu menjaga kelancaran alur sungai dan mengurangi risiko pendangkalan.
Sementara dari segi ekonomi, industri kreatif berbasis bahan alam ini mampu membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi perempuan dan ibu rumah tangga di kawasan pesisir sungai. Kerajinan akar keladi air bukan sekadar benda hiasan, melainkan wujud nyata adaptasi budaya lokal dalam merawat lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....