UMKM TEPI Pontianak Perluas Pasar Melalui Promosi Digital

  • 03 Sep 2026 14:22 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Pelaku UMKM TEPI Pontianak, Kalimantan Barat memanfaatkan promosi digital untuk memperluas pasar sekaligus menghadapi tantangan modal dan daya beli masyarakat. Pelaku UMKM Keluarga Khatulistiwa Pontianak, Indrawati, mengungkapkan digitalisasi menjadi salah satu strategi penting untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan usahanya.

Menurutnya, pemanfaatan media sosial dinilai mampu membantu produk UMKM dikenal lebih luas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pemasaran konvensional. “Untuk promosi, saya menggunakan Instagram, TikTok, dan YouTube. Saya juga pernah memanfaatkan RRI untuk mengenalkan produk,” ujar Indrawati, saat ditemui di sela-sela mengikuti Webinar Nasional UMKM serangkaian RRI Fest 2026, Kamis, 3 September 2026.

Menurut Indrawati, tantangan yang masih dirasakan pelaku UMKM adalah menurunnya daya beli masyarakat serta keterbatasan modal usaha. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha skala rumahan harus cermat mengatur biaya produksi dan mencari strategi pemasaran yang lebih efektif.

Selain media sosial, marketplace seperti Shopee menjadi salah satu pilihan untuk memperluas jangkauan penjualan. Namun, Indrawati menyebut masih terdapat sejumlah persyaratan administrasi dan perpajakan yang perlu dipenuhi pelaku UMKM untuk dapat memanfaatkan platform tersebut secara optimal.

Para Pelaku UMKM sangat antusiap mengikuti Webinar Nasional UMKM serangkaian RRI Fest 2026, di Aula Astuti RRI Pontianak, Kamis (3/9/2026). (Foto: RRI/Harmanta)

TEPI sendiri mengembangkan sejumlah produk, mulai dari makanan, parfum halal hingga teh hitam istimewa. Untuk produk parfumnya, Indrawati memastikan bahan yang digunakan berasal dari perusahaan yang memiliki jaminan sertifikasi halal dan dilengkapi Certificate of Analysis (COA).

Saat ini, produk parfum tersebut juga sedang dalam proses pengurusan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sementara teh hitam istimewa dikembangkan sebagai salah satu produk minuman yang menyasar konsumen dengan kebutuhan terhadap produk berbasis kesehatan.

Indrawati berharap kegiatan webinar dan pelatihan bagi UMKM tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dilanjutkan melalui pembinaan dan pendampingan. Ia menilai peningkatan wawasan menjadi modal penting agar pelaku usaha mampu memperbaiki kualitas produk, pemasaran, dan pengelolaan bisnis.

“Kami berharap webinar seperti ini terus berlanjut, ada pembinaan dan bantuan langsung. Kami juga berharap perbankan memberikan kemudahan persyaratan kredit seperti KUR bagi usaha kecil,” katanya.

Menurutnya, dukungan pemerintah, perbankan, serta akses promosi akan memberikan ruang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang. Dengan penguatan digitalisasi dan kemudahan permodalan, Indrawati optimistis produk lokal Pontianak semakin mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Baca juga: RRI Buka Peluang UMKM Lokal Menembus Pasar Global⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....