RRI Buka Peluang UMKM Lokal Menembus Pasar Global

  • 03 Sep 2026 10:43 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - RRI mendorong UMKM Indonesia memanfaatkan teknologi, kemitraan, dan akses pasar agar mampu menembus persaingan global secara berkelanjutan. Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) menyampaikan itu pada kegiatan Webinar Nasional UMKM serangkaian RRI Fest 2026, Kamis, 3 September 2026, dengan tema “Saatnya UMKM Menembus Pasar Global: Naik Kelas Melalui Teknologi, Kemitraan, dan Perluasan Akses Pasar.”

Direktur Program dan Produksi LPP RRI, Mistam, mengatakan RRI tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi wadah edukasi dan promosi bagi pelaku UMKM di berbagai daerah. “RRI memiliki peran untuk memberikan edukasi, informasi, dan promosi kepada para pelaku UMKM,” ujar Mistam dalam webinar tersebut.

Mistam menilai pemanfaatan teknologi komunikasi lintas batas menjadi kebutuhan penting bagi UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi, logistik, dan pembayaran. Ia menambahkan, penguatan ekosistem UMKM membutuhkan kolaborasi antara RRI, pemerintah, asosiasi, komunitas, dan para pelaku ekonomi kreatif sehingga produk lokal semakin mudah dikenal.

Sementara itu, Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, menyampaikan UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional dengan jumlah mencapai 56,1 juta unit. “UMKM berkontribusi sebesar 60,5 persen terhadap PDB nasional dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja,” kata Helvi.

Meski memiliki peran besar di dalam negeri, Helvi mengungkapkan kontribusi UMKM terhadap ekspor baru mencapai sekitar 15,7 persen, sedangkan partisipasinya dalam Global Value Chain masih 4,1 persen. Menurut Helvi, kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan produktivitas dan standar produk agar UMKM Indonesia tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.

“Ada tiga kunci utama untuk menembus pasar global, yaitu teknologi, kemitraan, dan perluasan akses pasar,” ujar Helvi.

Helvi menjelaskan digitalisasi dapat membantu UMKM meningkatkan efisiensi produksi, pengelolaan keuangan, serta analisis pasar. Kemitraan juga perlu diperkuat dengan BUMN, usaha besar, lembaga pembiayaan, platform digital, dan akademisi.

Kementerian UMKM turut menyiapkan enam pilar dukungan, mulai dari pendampingan dan standardisasi, akses pembiayaan, kemitraan rantai pasok, perluasan pasar hingga digitalisasi layanan melalui Sapa UMKM dan SMESCO Indonesia, guna mendorong semakin banyak UMKM Indonesia naik kelas dan berdaya saing global.

Baca juga: OJK Dorong Pindar Perkuat Pembiayaan UMKM

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....