BI dan FEB Untan Petakan UMKM Unggulan di 174 Kecamatan Kalbar

  • 15 Agt 2026 09:04 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura melaksanakan Penelitian Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM Tahun 2026. Penelitian tersebut mencakup 14 kabupaten/kota dan 174 kecamatan di Kalimantan Barat untuk mengidentifikasi komoditas, produk, dan jenis usaha unggulan berbasis potensi lokal.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, mengatakan penelitian KPJU penting untuk memperkuat informasi mengenai potensi ekonomi daerah. Penelitian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat informasi sektor riil dan UMKM, sehingga pengembangan ekonomi daerah dapat dilakukan lebih tepat sasaran.

Menurutnya, pemetaan tidak hanya melihat usaha yang sudah berkembang, tetapi juga mempertimbangkan peluang dan tantangan pengembangannya di masing-masing wilayah. “Kita ingin mengetahui komoditas, produk, dan jenis usaha yang memiliki keunggulan serta prospek untuk dikembangkan sesuai karakteristik wilayah," ujarnya di Pontianak, Jumat, 14 Agustus 2026.

Penelitian mempertimbangkan kondisi produksi, ketersediaan bahan baku, kapasitas usaha, potensi pasar, pemasaran, tenaga kerja, akses pembiayaan, hingga kendala pengembangan usaha.

Doni menilai cakupan hingga tingkat kecamatan akan menghasilkan data yang lebih detail sehingga potensi ekonomi daerah dapat dipetakan secara komprehensif.“Dengan pemetaan sampai tingkat kecamatan, kita berharap dapat melihat lebih jelas potensi yang dimiliki masing-masing daerah dan bagaimana potensi itu dikembangkan,” katanya.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura memetakan potensi Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM Tahun 2026, Jumat, 14 AGustus 2026. (Foto: Bank Indonesia Kalbar)

Dalam pelaksanaannya, KPwBI Kalbar menggandeng FEB Untan sebagai mitra penelitian. Tim peneliti dan enumerator akan mengumpulkan data langsung di 174 kecamatan. Untuk menjaga kualitas data, seluruh tim peneliti dan enumerator mendapatkan pelatihan intensif dengan menghadirkan SEM Institute yang mencakup metodologi, instrumen penelitian, teknik wawancara, dan etika lapangan.

Hasil penelitian diharapkan menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam menentukan sektor usaha yang berpotensi diprioritaskan sekaligus membantu perbankan melihat peluang pembiayaan UMKM. Bagi pelaku usaha, pemetaan tersebut diharapkan mendukung peningkatan kapasitas, perluasan pasar, peningkatan nilai tambah, serta penguatan keterhubungan dengan rantai pasok.

Doni menegaskan hasil penelitian harus ditindaklanjuti melalui sinergi pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, akademisi, asosiasi, dan pemangku kepentingan lainnya. “Yang paling penting setelah pemetaan adalah bagaimana hasilnya dapat ditindaklanjuti bersama, sehingga potensi lokal memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Kalimantan Barat,” ucapnya.

Baca juga: REI Expo Kalbar 2026 Bidik 15 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp100 Miliar

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....