11 UMKM Binaan BI Kalbar Tampil di KKI 2026
- 21 Agt 2026 15:36 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyelenggarakan KKI 2026 pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen BI memperkuat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI 2026 mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai pemangku kepentingan. Forum tersebut membuka peluang UMKM memperluas akses pembiayaan, digitalisasi, serta pasar domestik hingga ekspor.
KKI 2026 juga membawa semangat “BeudayaMeusare Sare” dari Aceh yang bermakna berdaya dan bersama-sama. Semangat itu menjadi pesan kebangkitan bagi UMKM di Sumatera dan Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana alam. KKI 2026 dibuka Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming.
Destry mengatakan, penguatan UMKM ke depan diarahkan pada tiga kata kunci, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing. “Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan,” ujar Destry.
Menurutnya, aspek berdaya saing diperkuat melalui inovasi produk serta perluasan akses pasar, baik domestik maupun ekspor. “Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk serta perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” katanya.
Secara nasional, UMKM menjadi salah satu pilar utama perekonomian dengan jumlah pelaku sekitar 64 juta. Sektor tersebut menyerap 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional.
Di Kalbar, UMKM juga memiliki peran penting dalam menopang perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi Kalbar pada triwulan II 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan dengan dukungan aktivitas ribuan pelaku UMKM.

Dari Kalbar, sebanyak 11 UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar ambil bagian dalam KKI 2026. Enam UMKM wastra tampil secara luring, yakni BornNeo, Betanun, Dayang Songket, Galeri Kain Pantang, Rumah Rakuji, dan Kelompok Tenun Endo Sagado.
Sementara itu, empat UMKM makanan olahan yang ditampilkan meliputi Larasita, 101 Coffee House, D Kriuk, dan Kalara Borneo. Kojal turut mengikuti agenda Business Matching secara daring.
| Baca juga: DJP Perkuat Kemudahan Pajak bagi Pelaku UMKM |
Booth Kalbar juga menampilkan produk ready to wear dan kriya dari Begayabyta, Ludic, Oda, Niinaka, Taotoba, Anjabyl, dan KeGia Art, serta produk Indonesian Fashion Chamber Pontianak. Partisipasi UMKM Kalbar turut diperkuat melalui program CANGKIR BARISTA yang menghadirkan Valentino dan Farhan Dirga. Program CITRA NUSA juga menghadirkan Galeri Kain Pantang dan Kelompok Tenun Endo Sagado.
Secara keseluruhan, KKI 2026 menghadirkan lebih dari 550 UMKM dalam pameran luring dan lebih dari 1.300 UMKM melalui platform digital. Kegiatan tersebut dirangkai dengan 44 agenda, mulai dari talkshow, business matching pembiayaan dan ekspor, showcase UMKM, hingga berbagai aktivasi ekonomi kreatif.
Keikutsertaan UMKM Kalimantan Barat menjadi momentum memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas. BI mendorong masyarakat mencintai, membeli, dan bangga terhadap produk UMKM Indonesia agar semakin bangkit, tangguh, dan berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....