LPM Kalbar Perkuat Pembinaan UMKM Berbasis Gotong Royong

  • 06 Agt 2026 15:04 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak Pembinaan UMKM berbasis gotong royong terus diperkuat untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di Kalimantan Barat. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Pembina UMKM Keluarga Khatulistiwa, Elysius Aidy menegaskan pemberdayaan usaha mikro harus dilakukan secara berkelanjutan dengan mengedepankan kolaborasi, inovasi, dan solidaritas antarpelaku usaha.

Menurut Elysus, LPM Kalbar lebih fokus program pemberdayaan pada lima sektor utama, yakni pengembangan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelatihan dan workshop, serta terobosan pendanaan melalui skema swadaya dan kemitraan dengan pihak ketiga.

Melalui UMKM Keluarga Khatulistiwa, pihaknya saat ini telah membina sekitar 4.000 pelaku UMKM, termasuk hampir 1.000 UMKM di Kota Pontianak. Pembinaan tersebut diarahkan agar pelaku usaha mampu berkembang secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah maupun korporasi besar.

"Kami membangun semangat kekeluargaan. Kawan jatuh kita tarik, kawan naik kita dukung. Dengan saling membantu, UMKM akan semakin kuat menghadapi tantangan ekonomi," ujar Elysus di Pontianak, Kamis, 6 Agustus 2026.

Ia menjelaskan terdapat tiga persoalan utama yang kerap dihadapi pelaku UMKM, yakni permodalan, pemasaran, dan inovasi produk. Untuk mengatasi kendala permodalan, LPM Kalbar mendorong terbentuknya skema pembiayaan swadaya antarpelaku UMKM. Sementara pada aspek pemasaran, pelaku usaha didorong memanfaatkan strategi penjualan langsung, platform digital, sistem pembayaran cash on delivery (COD), hingga layanan mobile banking.

Selain itu, peningkatan kualitas dan inovasi produk juga terus didorong agar UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Elysus menilai sektor UMKM telah membuktikan ketangguhannya sebagai penopang perekonomian nasional, terutama saat pandemi COVID-19 ketika banyak sektor usaha berskala besar mengalami perlambatan. Karena itu, ia berharap pemerintah memberikan ruang pembinaan yang lebih adil bagi seluruh pelaku UMKM tanpa membedakan latar belakang organisasi.

"Yang kami harapkan adalah pemerintah objektif dalam memberikan dukungan. Semua UMKM yang memiliki potensi harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang," tegasnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk menciptakan UMKM yang tangguh, mandiri, dan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....