Elsambal, UMKM Sambal Lokal Bertahan Sejak Pandemi
- 10 Feb 2026 12:47 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Usaha mikro kuliner lokal kembali menunjukkan daya tahannya. Elsambal, produk sambal rumahan milik Elsa, berhasil bertahan dan berkembang sejak dirintis pada masa pandemi COVID-19 lalu,dan hingga kini menembus pasar ritel modern di Pontianak.
Elsa, owner Elsambal, mengungkapkan bahwa ide usaha ini lahir pada awal pandemi tahun 2021 saat aktivitas kerja dilakukan dari rumah. Waktu luang yang ada justru menjadi peluang untuk memulai usaha bersama rekannya di Palangkaraya.
“Berawal dari COVID, saya belajar melihat keadaan dari sisi positif. Kalau fokus ke negatif, ide tidak akan muncul,” ujar Elsa saat menjadi narasumber di acara Teras UMKM RRI Pro 4 Pontianak, Selasa, 10 Februari 2026, yang dipandu Budiman Taher (Host).
Awalnya, Elsambal dipasarkan secara sederhana melalui WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Seiring waktu, Elsa melanjutkan usaha tersebut secara mandiri dan mengganti nama produk hingga akhirnya menetapkan merek Elsambal, yang dinilai lebih mudah diingat dan melekat di hati konsumen.
Elsambal dikenal sebagai sambal tanpa bahan pengawet dengan daya simpan hingga dua bulan di suhu ruang dan lebih lama bila disimpan di kulkas. Proses produksinya dilakukan dengan teknik khusus, termasuk memasak bumbu dasar hingga 2,5 jam.
“Sambal saya tidak pakai tomat, supaya lebih tahan lama. Semua dibuat dari cabai dan rempah segar,” kata Elsa.
Saat ini, varian sambal yang paling diminati adalah sambal baby cumi dan sambal teri. Menurut Elsa, mayoritas konsumennya berasal dari kalangan anak muda yang menyukai makanan praktis.
“Ini sambal tapi sekaligus lauk. Cukup dengan nasi dan lalapan, sudah enak dan ekonomis,” ujar Elsa.
Tak hanya sambal, Elsa juga mengembangkan produk camilan tradisional kembang goyang sejak 2023. Produk ini lahir dari nostalgia masa kecil dan tingginya permintaan pasar. Menariknya, hasil penjualan kembang goyang justru membantu Elsa membeli peralatan produksi sambal berkapasitas besar.
“Dari kembang goyang itulah saya bisa beli alat besar untuk produksi sambal. Mereka seperti saling mendukung,” ucap Elsa.
Kini, produk Elsambal dan kembang goyang telah memiliki izin edar dan sertifikat halal, serta dipasarkan di sejumlah swalayan dan toko oleh-oleh di Pontianak. Elsa berharap ke depan usahanya dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
“Mimpi saya besar, bukan hanya jualan, tapi bisa membuka peluang kerja untuk orang lain,” tutur Elsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....