Cemilan Gemoy, dari Dapur Rumahan ke Pasar Internasional
- 07 Nov 2025 15:30 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: "Cemilan Gemoy" menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kreativitas dan kegigihan anak muda Pontianak mampu mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam dialog Bejaja' di RRI Pro 4 Pontianak, Selasa (4/11/2025), usaha yang dibangun oleh Supriyadi sekitar dua setengah tahun lalu, kini berkembang dari produksi rumahan sederhana menjadi usaha yang kini menembus pasar nasional bahkan internasional, termasuk Malaysia dan Inggris.
Supriyadi menjelaskan bahwa "Cemilan Gemoy" berawal dari kebutuhan berbagi ide dan pemikiran secara lebih besar, dengan strategi pemasaran yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi menyesuaikan dengan kondisi lapangan.
“Kami tidak mau hanya ikut-ikutan. Kami belajar langsung dari bagaimana pasar bergerak dan bagaimana kami harus beradaptasi,” ujar Owner Cemilan Gemoy ini.
Produk pertama "Cemilan Gemoy" adalah camilan berbahan dasar ubi jalar dengan rasa manis dan pedas. Berawal dari hanya 30 kemasan menggunakan plastik dan kertas minyak, produk ini kini mampu diproduksi hingga 500–1000 bungkus per hari. Hal ini tidak lepas dari peran Tim Hilwafa, tim produksi yang menangani proses pengolahan hingga pengemasan.
Namun, perjalanan ini bukan tanpa tantangan. Supriyadi mengungkapkan kesulitan utama terletak pada pemilihan bahan baku. “Tidak semua jenis ubi bisa cocok untuk tekstur dan rasa yang kami inginkan. Pemilihannya harus benar-benar teliti,” katanya.
Salah satu faktor penting kesuksesan "Cemilan Gemoy" adalah strategi pemasaran berbasis jejaring dan pemanfaatan kreator konten. Promosi dilakukan melalui konten viral dan penjualan langsung, yang kemudian menjadi pintu masuk produk ini ke pasar luar negeri.
“Kami punya relasi yang kuat, dan visi kami memang untuk menjangkau pasar internasional. Itu bukan mimpi, tapi target,” kata Supriyadi.
Dalam kesempatan itu, Supriyadi juga menyinggung filosofi di balik usaha ini. Baginya, semua harta dan kesuksesan hanyalah titipan. “Apa pun yang kita bangun, akhirnya kembali kepada Allah. Kita hanya menjaga dan mengusahakan yang terbaik,” tuturnya.
Kesuksesan "Cemilan Gemoy" menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama dalam sektor UMKM makanan ringan di Pontianak. Kreativitas dipandang sebagai kunci untuk mengangkat potensi lokal hingga ke panggung global.
“Kita punya banyak produk khas dan kualitas yang bersaing. Tinggal bagaimana anak-anak muda kita berani tampil, berani mencoba, dan punya strategi,” ujarnya.
Ke depan, "Cemilan Gemoy" berencana memperluas jaringan pemasaran nasional dan membuka program reseller agar lebih banyak masyarakat dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan bisnis ini.
Dengan visi besar dan langkah yang terukur, "Cemilan Gemoy" menjadi bukti bahwa UMKM Pontianak tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.
Baca juga: Kue Sagu Bakar Pontianak, Kuliner Tradisional Tetap Bertahan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....