Koperasi Merah Putih Sesuaikan Potensi Wilayah

  • 03 Jun 2025 17:46 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Demi meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program Koperasi Merah Putih, Pemerintah Kota Pontianak merancang koperasi yang fleksibel dan adaptif terhadap potensi ekonomi di masing-masing kelurahan. Pemerintah tak ingin koperasi hanya menjadi simbol, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Jamilah menjelaskan pihaknya telah melakukan pemetaan potensi ekonomi di enam kecamatan. Hasilnya, konsep koperasi akan berbeda-beda tergantung kondisi geografis dan potensi yang dimiliki.

“Pontianak Utara misalnya, punya lahan pertanian yang cukup, maka kita arahkan koperasi di sana untuk membuka gerai pertanian seperti penjualan pupuk dan sarana produksi pertanian,” katanya,

Untuk kelurahan di wilayah perkotaan yang tidak memiliki lahan pertanian, koperasi diarahkan membuka gerai sembako atau swalayan yang dapat menyerap produk-produk UMKM setempat. Konsep ini tidak hanya memberi manfaat ekonomi kepada pengurus koperasi, tetapi juga menjadi sarana pemasaran bagi pelaku UMKM lokal.

“Kami juga mendorong koperasi untuk berkolaborasi dengan Bulog, distributor lokal, dan pelaku usaha lainnya agar rantai pasok tetap terjaga. Kunci keberhasilan koperasi adalah kejelian pengelola membaca kebutuhan wilayahnya,” kata Jamilah, Selasa (3/6/2025).

Pemerintah juga tengah mempersiapkan pelatihan pengelolaan koperasi untuk para pengurus dan bendahara. Meski sempat tertunda akibat efisiensi anggaran, pelatihan tersebut dijadwalkan kembali mulai pertengahan tahun ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....