Polisi Bergerak Cepat Padamkan Karhutla Kuala Mandor B
- 30 Jan 2026 19:19 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Polisi bergerak cepat memadamkan karhutla di Kuala Mandor B setelah sepuluh titik api terdeteksi melalui pemantauan hotspot resmi.
Polres Kubu Raya melalui jajaran Polsek Kuala Mandor B tersebut selain melakukan pengecekan sekaligus memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah terdeteksi sejumlah titik api melalui aplikasi pemantauan hotspot Lancang Kuning dan SIPONGI, Rabu, 28 Januari 2026.
Berdasarkan hasil monitoring, sebanyak 10 titik api terpantau di wilayah Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya. Titik-titik tersebut berada di dua lokasi berbeda dan sebagian besar berdekatan dalam satu hamparan lahan gambut yang kering.
Kapolsek Kuala Mandor B, IPDA Achmadal Gazali, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, AIPTU Ade, mengatakan bahwa personel gabungan langsung diterjunkan ke lokasi begitu titik api terdeteksi, guna memastikan kondisi lapangan sekaligus mencegah api meluas.
“Begitu titik api terpantau di aplikasi Lancang Kuning dan SIPONGI, personel Polsek Kuala Mandor B bersama unsur terkait langsung mendatangi lokasi. Kami lakukan pemadaman, penyekatan, dan pendinginan agar api tidak meluas maupun muncul kembali,” ujar Ade, Jumat, 30 Januari 2026.
Dari hasil pengecekan, tujuh titik api ditemukan di Lokasi Munggu Mas, Dusun Jaya, Desa Sungai Enau, dengan luas lahan terbakar sekitar dua hektare. Sementara tiga titik api lainnya berada di Parit Pak Laut, Dusun Tunas Harapan, Desa Kubu Padi, dengan luas sekitar satu setengah hektare.
Seluruh lokasi kebakaran diketahui merupakan lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar, rumput, pakis, serta pepohonan kecil. Kondisi tersebut menyebabkan api cepat membesar dan sulit dipadamkan secara maksimal.
“Karakter tanah gambut membuat api dapat menjalar di bawah permukaan tanah, sehingga berpotensi muncul kembali meskipun api di permukaan sudah padam,” jelas Ade.
Proses pemadaman melibatkan personel gabungan, terdiri dari Kapolsek Kuala Mandor B, Camat Kuala Mandor B, kepala desa setempat, personel Polsek, Masyarakat Peduli Api (MPA), tim pemadam perusahaan, serta warga sekitar.
Sebanyak tujuh unit kendaraan roda dua dan lima unit mesin Robin lengkap dengan selang dan nosel dikerahkan untuk mendukung pemadaman. Namun, petugas menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan sumber air, jauhnya lokasi air, serta ketebalan lapisan gambut.
Usai pemadaman, personel melakukan pemasangan garis polisi, pengawasan lanjutan, serta penyelidikan guna mengungkap penyebab kebakaran dan pemilik lahan yang hingga kini belum diketahui.
Baca juga: Polsek Sungai Ambawang Selidiki Kebakaran Hutan Lima Hektare
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....