BMKG: 10 Juli 2026, Kalbar Diprediksi Cerah Berawan, dan Risiko Karhutla Meningkat

  • 10 Jul 2026 07:11 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat akan mengalami cuaca cerah berawan pada Jumat, 10 Juli 2026, mulai pagi, siang, sore hingga malam hari. Meski kondisi cuaca relatif kondusif, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat meningkatnya suhu udara dan menurunnya peluang hujan.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Tika, mengatakan angin secara umum bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan berkisar 10–35 kilometer per jam.

"Untuk pagi, siang, sore hingga malam hari nanti, sebagian besar wilayah Kalimantan Barat diperkirakan cerah berawan. Angin bergerak dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10 hingga 35 kilometer per jam," ujar Tika dalam prakiraan cuaca yang disampaikan melalui Warta Berita Pagi RRI Pro 1 Pontianak, Jumat, 10 Juli 2026.

BMKG juga mencatat suhu udara di Kalimantan Barat berkisar antara 22 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 50 hingga 95 persen.

Menurut Tika, kombinasi suhu udara yang cukup tinggi serta berkurangnya potensi hujan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

"Peningkatan suhu udara dan berkurangnya potensi hujan dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan," jelasnya.

BMKG mengungkapkan, selama 24 jam terakhir terdeteksi sebanyak 174 titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Barat. Selain itu, berdasarkan indeks potensi karhutla untuk satu pekan ke depan, sebagian besar wilayah Kalbar berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.

Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, seperti membuka lahan dengan cara membakar, membuang puntung rokok sembarangan, maupun membakar sampah di area yang berdekatan dengan lahan kering.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan," tegas Tika.

BMKG juga mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi potensi cuaca maupun ancaman kebakaran hutan dan lahan sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....