Ratusan Renjani Kalbar Siap Dampingi Transisi Coretax
- 30 Jan 2026 04:42 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Barat (Kalbar) resmi mengukuhkan 253 mahasiswa Relawan Pajak Renjani tahun 2026. Selain itu, Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Kalbar juga melepas 234 Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani) periode 2025.
Pengukuhan dan pelepasan Renjani tersebut digelar secara hybrid. Kegiatan terpusat di Aula Kanwil DJP Kalbar dan terhubung secara virtual, Rabu 28 Januari 2026.
Pengukuhan Renjani 2026 menjadi momentum penting seiring tahun depan ditetapkan sebagai masa transisi penerapan sistem inti perpajakan baru, Coretax. Para relawan akan menjadi garda terdepan membantu masyarakat memahami tampilan, fitur, serta alur layanan baru sistem tersebut.
Kepala Kanwil DJP Kalbar, Inge Diana Rismawanti, menegaskan tantangan tahun ini berbeda dari sebelumnya karena adanya perubahan aplikasi layanan perpajakan.
“Tahun ini kita menggunakan aplikasi baru. Masyarakat pasti banyak bertanya karena belum terbiasa. Karena itu, tagline kami ‘Kami Dampingi Sampai Berhasil’, agar Wajib Pajak pulang dengan lega karena kewajibannya tuntas,” ujarnya.

Kepala Kanwil DJP Kalimantan Barat, Inge Diana Rismawanti kukuhkan Renjani 2026 (Foto: DJP Kalbar)
Sebanyak 253 Renjani 2026 berasal dari berbagai perguruan tinggi mitra Tax Center di Kalbar. Mereka akan bertugas memberikan asistensi perpajakan di sejumlah unit kerja, di antaranya KPP Pratama Pontianak Barat, Pontianak Timur, Singkawang, Kubu Raya, Sanggau, serta KP2KP Sambas dan Bengkayang.
Usai pengukuhan, para relawan langsung dibekali materi intensif mencakup manfaat pajak, aktivasi akun Coretax, hingga simulasi pelaporan SPT Tahunan berbasis sistem baru. Pembekalan ini diberikan oleh Tim Fungsional Penyuluh Pajak Kanwil DJP Kalbar untuk memastikan kesiapan teknis relawan di lapangan.
Kegiatan turut dihadiri jajaran pimpinan Kanwil DJP Kalbar, para Kepala KPP Pratama wilayah Pontianak dan Kubu Raya, serta dosen pembina Tax Center pendamping mahasiswa. Dalam sesi kesan dan pesan, perwakilan Renjani 2025, Christin Amelika Apriliani, mengungkap perbedaan tantangan literasi digital di daerah penugasan.
“Di Sintang, pendampingan harus lebih intensif karena Wajib Pajak belum terbiasa layanan digital. Ini melatih kesabaran dan komunikasi kami,” katanya.
Hal senada disampaikan Mohamad Azwar Zulmi, relawan dua periode dari Universitas Tanjungpura. Menurutnya, program Renjani memberikan bekal soft skill yang tidak didapat di bangku kuliah, terutama dalam menghadapi beragam karakter masyarakat.
Menutup kegiatan, Inge Diana Rismawanti berharap seluruh relawan terus menularkan kesadaran pajak di lingkungan sekitar.
“Bekerjalah dengan hati. Edukasi masyarakat bahwa pajak bukan sesuatu yang menakutkan, melainkan kontribusi nyata membangun negeri,” katanya.
Informasi lebih lanjut terkait layanan dan program perpajakan dapat diakses melalui laman resmi Direktorat Jenderal Pajak di pajak.go.id.
Baca juga:DJP Kalbar Gelar Edukasi Coretax Instansi Pemerintah Pusat
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....