KAHMI Kalbar Perkuat Nilai Keislaman

  • 26 Okt 2025 14:34 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Ratusan anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kalimantan Barat (Kalbar) menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, yang dirangkaikan dengan Silaturahmi dan Konsolidasi KAHMI se-Kalbar, di Hotel Novotel Pontianak, Sabtu (25/10/2025).

Kegiatan diawali dengan pembacaan shalawat, kitab Al-Barzanji, dan lantunan ayat suci Al-Qur’an. Hadir secara langsung Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson yang juga Ketua Umum Majelis Wilayah (MW) KAHMI Kalbar, bersama Wali Kota Pontianak, Wakil Bupati Bengkayang, serta sejumlah tokoh dan pengurus KAHMI dan HMI se-Kalbar.

Dalam sambutannya, Harisson menegaskan bahwa KAHMI merupakan kelanjutan dari proses kaderisasi HMI yang menumbuhkan semangat keislaman, keindonesiaan, dan intelektualitas.

"KAHMI ini tidak lepas dari perjalanan kita di HMI. Dulu kita pernah sama-sama susah, riang, dan gembira di HMI. Kini, KAHMI menjadi wadah untuk melanjutkan semangat itu," ujarnya.

Harisson menilai KAHMI memiliki peran strategis dalam melahirkan kader bangsa yang berakhlak, berilmu, dan berintegritas. Harisson mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi dan soliditas antaralumni, terutama dalam memperkuat nilai-nilai Islam.

"Pertemuan hari ini adalah upaya memperkuat ukhuwah dan soliditas. Nilai-nilai keislaman yang kita pegang harus terus dijaga, apalagi dalam momentum Maulid Nabi," katanya.

Harisson juga menyoroti pentingnya perbedaan pandangan sebagai kekuatan, bukan pemecah.

"Setiap kader punya latar belakang intelektual berbeda. Perbedaan itu rahmat dari Tuhan. Jangan sampai justru memecah belah kita dalam berkarya bagi Kalimantan Barat," ujarnya.

Sebagai organisasi intelektual, lanjutnya, kader KAHMI harus berpikir ilmiah dan berbasis data.

"Kita harus berpijak pada riset dan data empiris, bukan opini. Kader KAHMI harus tampil dengan pemikiran cerdas dan solusi nyata," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Pakar MW KAHMI Kalbar Chairil Effendy juga menyampaikan Pidato Kebudayaan bertema “Menjawab Dehumanisasi Indonesia: Sintesis NDP HMI, Islam Inklusif, dan Teologi Transformatif sebagai Solusi.”

Dalam paparannya, Chairil yang juga Ketua Umum Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar periode 2023–2028, mengajak kader KAHMI merefleksikan kembali Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI dalam menghadapi krisis kemanusiaan dan moral bangsa.

"Fenomena dehumanisasi menunjukkan tergerusnya nilai kemanusiaan dalam berbagai aspek kehidupan. KAHMI harus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang menegakkan nilai-nilai kemanusiaan dalam bingkai Islam," ucapnya.

Ia menekankan bahwa sintesis antara NDP HMI, Islam inklusif, dan teologi transformatif merupakan landasan penting bagi kader KAHMI dalam menjawab tantangan zaman.

"Islam tidak hanya harus diamalkan secara ritual, tetapi juga sosial dan kultural. Kader KAHMI harus memaknai Islam sebagai kekuatan pembebasan, membebaskan manusia dari kebodohan, kemiskinan, dan ketidakadilan," kata Chairil.

Chairil pun mengajak untuk memperkuat sinergi antar alumni lintas bidang untuk membangun masyarakat Kalbar yang adil, beradab, dan berkemajuan.

"Kolaborasi adalah kunci menghadirkan KAHMI yang inklusif, berdaya, dan relevan bagi kemanusiaan," katanya.

Baca juga: Sediakan Qur'an Digital, Qara'a Catat Jutaan Pengguna

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....