Sediakan Qur'an Digital, Qara'a Catat Jutaan Pengguna
- 26 Okt 2025 12:31 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Platform pembelajaran Al-Qur’an berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui aplikasi Qur'an Digital, Qara’a mencatat lebih dari 2 juta pengguna terdaftar dalam aplikasi Qur'an Digital Qara'a. Pencapaian signifikan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap metode belajar Al-Qur'an yang inovatif dan didukung teknologi.
Founder dan CEO Qara’a, Mahdy Mahmudin menyebut, sejak diluncurkan pada 2018, Qara’a yang merupakan inovasi anak muda Kota Pontianak ini telah mencapai lebih dari 2 juta pengguna terdaftar dan 700.000 pengguna aktif bulanan (MAU) di Indonesia, Malaysia, dan India. Kolaborasi Qara’a dengan lembaga pendidikan, madrasah, dan instansi pemerintah menjadi bagian dari upaya memperluas akses literasi Al-Qur’an di seluruh nusantara.
"Qara’a merupakan aplikasi belajar Al-Qur’an berbasis AI pertama di Indonesia yang membantu pengguna memperbaiki bacaan secara otomatis menggunakan teknologi speech recognition. Fitur ini mampu mendeteksi kesalahan makhraj dan tajwid, sekaligus menyesuaikan materi pembelajaran berdasarkan kemampuan masing-masing pengguna," ujarnya di Pontianak, Sabtu (25/10/2025).

Mahmudin menunjukkan aplikasi Qara'a atau aplikasi Qur'an Digital. (RRI/Muhammad Rokib)
Berdasarkan berbagai penelitian, lebih dari 65% umat Muslim di Indonesia belum dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Oleh karena itu, Qara’a hadir untuk menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan teknologi, gamifikasi, dan pembelajaran adaptif yang bisa diakses siapa saja, kapan saja.
Kehadiran inovasi digital ini disambut baik oleh berbagai pihak begitu juga Masjid Ismuhu Yahya. Wakil Pimpinan Masjid Ismuhu Yahya Kiki Supardi mengungkapkan, bahwa pihaknya telah mewajibkan santri di Masjid Ismuhu Yahya untuk menggunakan Qara'ah. Menurut Kiki, selain untuk belajar Al-Qur'an, Qara'a juga terkenal untuk mencatat amaliah.
"Ini adalah salah satu indikator yang ada di manajemen selain produktivitas, kami juga mengukur tarbiyah mereka sehingga kami dari manajemen sangat merasa terbantu dan punya alat ukur yang lebih objektif, karena mereka melakukan pengisian sendiri dan di situ (Qara'a) kita punya rekam jejak berapa lama mereka belajar dalam sehari. Kemudian yang menarik juga kita di setiap akhir bulan bisa download hasil pembelajaran maupun repot amalia disetiap tim kita," kata Kiki.

Wakil Pimpinan Masjid Ismuhu Yahya Kiki Supardi saat diwawancara. (RRI/Muhammad Rokib)
Kiki menambahkan, bahwa kehadiran Al-Qur'an digital ini juga sejalan dengan program visi dan misi Masjid Ismuhu Yahya yang memiliki gerakan Surgakan Indonesia dengan Al-Qur'an. Salah satu poin dalam gerakan ini ialah memberantas buta huruf Al-Qur'an.
"Jadi, Qara'a ini hadir cukup membantu, apalagi zaman sekarang orang tidak bisa lepas dari handphone. Jadi dengan adanya Al-Qur'an digital ini cukup memudahkan mereka, karena faktanya banyak orang sekarang itu malu belajar Al-Qur'an, maka dengan adanya Qara'a mereka bisa belajar secara mandiri dan dari sini juga kami optimis pemberantasan buta huruf bisa kita tekan," kata Kiki
Kiki menaruh harapan besar terhadap Qara'a bukan hanya sebagai ekosistem belajar Qur'an secara digital, tetapi naik level menjadi ekosistem Islam. (oki)
Foto: Qara’a Berikan Beasiswa kepada Siswa Madrasah di Kalbar
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....