DMI Kalbar: Masjid Pusat Pembinaan dan Pemberdayaan Umat

  • 26 Agt 2025 17:31 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Rangkaian kegiatan Pembinaan Masjid Percontohan Tahun 2025 yang digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat menghadirkan materi ketiga dipaparkan oleh Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar Abdul Munir di Hotel Golden Tulip Pontianak, Selasa (26/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Munir menyampaikan materi bertajuk Peran Masjid Sebagai Pusat Pembinaan dan Pemberdayaan Umat. Sebanyak 40 peserta yang merupakan pengurus masjid dari Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya terlihat antusias mengikuti jalannya sesi ini.

Sebelumnya, kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Bidang Urusan Agama Islam, H. Mi’rad mewakili Kepala Kanwil Kemenag Kalbar.

Dalam paparannya, H. Abdul Munir menegaskan bahwa visi DMI adalah menjadikan masjid sebagai tumpuan harapan umat. Untuk mewujudkan visi tersebut, ia menguraikan misi DMI, yaitu: menjadikan masjid sebagai madrasah bagi semua usia dan golongan; wadah perekat silaturahmi; tempat pemersatu umat; pusat informasi; serta ruang kajian permasalahan keumatan.

Lebih lanjut, ia mengulas kembali fungsi masjid pada masa Rasulullah SAW. Menurutnya, masjid kala itu bukan hanya tempat pelaksanaan ibadah mahdhah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pertemuan publik untuk berbagi informasi, tempat latihan bela diri, balai pengobatan, hingga ruang pengadilan dalam menyelesaikan perkara umat.

“Fungsi historis ini harus menjadi inspirasi bagi pengurus masjid hari ini untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan dan pemberdayaan,” jelasnya.

H. Munir juga menekankan pentingnya Program Memakmurkan Masjid yang meliputi pembangunan infrastruktur, pembinaan jamaah, pemberdayaan jamaah, serta upaya menggali potensi umat agar lebih mandiri.

Selain itu, ia memaparkan Program Unggulan DMI Pusat yang sedang digulirkan, antara lain penataan organisasi dengan digitalisasi, penataan akustik masjid, pengembangan ekonomi dan sosial, pelatihan fungsi kemasjidan, serta program lingkungan masjid hijau.

“Masjid yang dikelola dengan baik bukan hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat peradaban yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tegasnya.

Dengan pemaparan ini, diharapkan para peserta dapat mengadopsi visi, misi, serta program DMI dalam mengembangkan masjid di daerah masing-masing, sehingga masjid benar-benar menjadi rumah besar umat yang mempersatukan, memberdayakan, dan memajukan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....