Gapasdap Optimalkan Keselamatan Angkutan Sungai Kalbar

  • 29 Jul 2025 14:45 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau Dan Penyebrangan (Gapasdap) Kubu Raya dan Kota Pontianak melaksakan Musyawarah Cabang (Muscab) yang berlangsung di Golden Tulip Hotel Pontianak, Selasa (29/7/2025) pagi. Gapasdap menjadi wadah organisasi yang menunjang komunikasi kepada semua pihak agar terciptanya kualitas pelayanan angkutan utamanya demi keselamatan.

Ketua Umum DPP Gapasdap Khoiri Soetomo mengatakan alur sungai di Kalimantan Barat (Kalbar) begitu panjang. Keberadaan sungai ini turut berperan sebagai penopang ekonomi sekaligus berfungsi sebagai pertahanan keamanan nasional.

“Muscab Gapasdap Kubu Raya ini penting. Sebab luasan alur sungai di Kalbar begitu panjang. Tak ditutupi alur sungai yang panjang ini juga sebagai penopang ekonomi,” katanya.

Melihat potensi ini, dia minta agar Ketua Gapasdap Kubu Raya yang terpilih dapat melanjutkan program yang sudah berjalan sekarang. Komunikasi dan koordinasi harus dilakukan dengan stakeholder.

Menurutnya, tuntutan masyarakat terhadap jasa pelayaran transportasi sungai kini begitu besar. Sehingga pelayanan harus diberikan terbaik. Sesuai dengan standar KSOP. Harus safety, menjamin standar keselamatan dan tentu saja harus tercover asuransi.

Diketahui belum lama ini, di banyak daerah terjadi musibah kecelakaan kapal. Diharapkannya, musibah kecelakaan di perairan tidak kembali terjadi.

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal, dimintanya pengurus berkoordinasi dengan banyak pihak, termasuk untuk perizinan kapal berlayar. Kepengurusan izin berlayar ini, kata dia, cukup banyak dan melibatkan kementerian terkait.

“Kita tahu regulasi juga sangat banyak. Belum lama ini kawan pengurus di Kalbar telah bertemu para pemangku kebijakan di pusat. Di pertemuan itu dikeluarkanlah diskresi surat yang memberikan kewenangan kepada para Dinas Perhubungan di daerah sehingga dalam kepengurusan perizinan akan lebih cepat,” ujarnya.

Dia menyadari perkembangan transportasi sungai dengan penerbitan regulasi ini cukup banyak. Dia pun meyakinkan pelaku usaha transportasi sungai tidak ada sesuatu yang sulit jika semua bisa dilengkapi. “Ini hanya butuh komunikasi, butuh koordinasi, butuh bertemu, maka semuanya bisa,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....