Kebakaran Gambut Kubu Raya Ancam Sekolah dan Permukiman Warga
- 23 Jul 2026 18:15 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Asap hitam membumbung di langit Kubu Raya, Kalimantan Barat, ketika api kembali menghanguskan lahan gambut kering dan mengancam keselamatan warga serta fasilitas pendidikan di sekitarnya. Kebakaran terjadi di Jalan Parit Paeran, Dusun Mulyorejo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya. Kobaran api meluas hingga sekitar tiga hektare lahan dan hanya berjarak belasan meter dari gedung SMA Negeri 4 Kabupaten Kubu Raya.
Situasi tersebut membuat personel gabungan bergerak cepat melakukan pemadaman dan penyekatan agar api tidak merambat ke kawasan sekolah. Kapolres Kubu Raya bersama BNPB, relawan, pemadam swasta, dan sejumlah pihak terkait turun langsung memastikan kobaran api dapat dikendalikan.
Di lokasi lain, kebakaran juga terjadi di depan Perumahan Candramidi, Jalan Cendrawasih, RT 004/RW 002, Dusun 1 Sangkar Mas, Desa Rasau Jaya III. Api melahap sekitar enam hektare vegetasi lahan gambut dan mendekati permukiman warga.
Kapolsek Rasau Jaya, Iptu Sihar Lumbantoruan, bersama relawan Manggala Agni dan pemadam kebakaran swasta berjibaku melakukan pemadaman. Dengan peralatan seadanya, petugas menyisir titik api dan melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali bara di dalam tanah gambut.
Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengatakan dua lokasi kebakaran telah ditangani dengan upaya pemadaman, pendinginan, dan penyekatan bersama berbagai unsur.
"Dua lokasi di Sungai Raya dan Rasau Jaya sudah kami upayakan pemadaman, pendinginan, serta penyekatan bersama BNPB, Manggala Agni, pemadam swasta, relawan dan stakeholder terkait. Secara visual api memang berhasil dipadamkan, tetapi perut gambut masih menyimpan bara dan menyebarkan asap pekat," ujar Ade, Kamis, 23 Juli 2026.

Menurutnya, penanganan kebakaran lahan gambut membutuhkan waktu karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali muncul apabila tidak dilakukan pendinginan secara menyeluruh.
"Setiap meter lahan yang kami siram adalah upaya menyelamatkan rumah warga dari kepungan api dan menjaga anak-anak kita agar tetap bisa menghirup udara segar. Kami meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan karena dampaknya sangat besar bagi lingkungan dan kesehatan," tegasnya.
Ade menambahkan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran lahan. Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menyebabkan kerugian lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat akibat paparan asap. Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan pemantauan dan penyisiran di sejumlah titik rawan untuk memastikan tidak ada bara baru yang kembali menyala.
Kebakaran gambut kembali menjadi pengingat bahwa pencegahan menjadi kunci utama. Di tengah perjuangan para petugas memadamkan api, kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi langkah penting menjaga udara bersih dan melindungi lingkungan Kubu Raya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....