Kapolres Kubu Raya Hadiri Tradisi Pembakaran Kapal Wangkang
- 28 Agt 2026 18:41 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Ritual Sembahyang Rebut kembali digelar masyarakat Tionghoa Kubu Raya dengan pembakaran replika Kapal Wangkang, Kamis.
Asap dupa mengepul di tengah suasana khidmat Ritual Sembahyang Rebut di Yayasan Bhakti Suci, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia hadir langsung menyaksikan rangkaian tradisi budaya masyarakat Tionghoa yang berlangsung Kamis (27/8/2026).
Kehadiran Rensa tidak hanya dalam kapasitas pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi yang masih dipertahankan dan diwariskan secara turun-temurun.
Ritual tersebut menjadi bagian dari penghormatan kepada leluhur, mulai dari sembahyang kubur hingga pembakaran replika Kapal Wangkang yang sarat dengan makna spiritual dan kultural.

Menurut Rensa, rangkaian kegiatan tersebut merupakan budaya masyarakat Tionghoa yang menjadi bentuk penghargaan kepada leluhur sekaligus simbol pengantaran menuju nirwana.
| Baca juga: Muda Mahendrawan Kenalkan Salam “Tempoyak” |
“Ini adalah kegiatan masyarakat kita, masyarakat Tionghoa, sebagai suatu budaya. Ada kegiatan sembahyang kubur hingga pembakaran Kapal Wangkang. Ini merupakan bentuk penghargaan kepada leluhur untuk mengantarkan leluhur ke nirwana,” kata Rensa.
Rensa menilai Ritual Sembahyang Rebut dan pembakaran replika Kapal Wangkang bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Kubu Raya.
Ia menyebut tradisi tersebut bahkan telah tercatat sebagai agenda resmi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, sehingga keberlangsungannya turut memperlihatkan kekayaan budaya di tengah keberagaman masyarakat.
Bagi Rensa, kehadiran langsung dalam ritual tersebut juga menjadi pengalaman baru karena untuk pertama kalinya ia menyaksikan rangkaian Sembahyang Rebut dan pembakaran replika Kapal Wangkang.
“Untuk kegiatan ini kali pertama bagi saya. Ini juga merupakan suatu pengalaman yang baru,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tahunan tersebut terus dilestarikan sekaligus menjadi ruang mempererat silaturahmi antarmasyarakat dari berbagai latar belakang etnis di Kubu Raya.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi sesama etnis yang ada di Kubu Raya,” kata Rensa.
Menurutnya, keberagaman bukan sekadar hidup berdampingan, tetapi juga diwujudkan melalui sikap saling memahami, menghormati, dan memberikan ruang bagi setiap tradisi untuk terus berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....