Muda Mahendrawan Kenalkan "Salam Nyetrom Bahagie”
- 19 Apr 2026 17:34 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak-Di tengah kebiasaan berkumpul dan berbincang bersama, tanpa sadar perhatian seseorang justru lebih tertuju pada layar handphone daripada orang di sekelilingnya. Agar lebih saling menghargai komunikasi antara sesama, Muda Mahendrawan mengenalkan salam “Tempoyak” singkatan Teman dengan Handphone Yak.
Tak dipungkiri, momen kebersamaan merupakan kesempatan berharga untuk saling mendengar, tertawa, dan mempererat hubungan. Mengabaikan teman atau keluarga demi gadget dapat perlahan menurunkan kualitas relasi dan kehangatan interaksi.
“kalo lagi kumpol ngobrol, jangan abaikan teman yang ada di dekat kite krn lebih fokus dengan handphone jak, biar tak menurunkan kualitas relasi dan interaksi persahabatan dan antar anggota keluarga, agar semua terasa hangat dan lebih bermakna.. lebeh nyetrom bahagie,”ujar Muda Mahendrawan, Ketua ILSA (Ikatan Lintas Semua Angkatan) ’89 saat bersilaturahmi dengan ILSA di “Kedai Tengah” Pontianak Minggu, 19 April 2026.
Fenomena fokus pada gadget terlihat saat rapat, ceramah-ceramah, guru berbicara di depan kelas, maupun saat seminar sedang berlangsung. Seharusnya audiens lebih mendengar dan memberi perhatian serius agar tidak membuat kecewa siapa saja yang sedang berbicara.
Melihat hal tersebut, Muda yang pernah menjabat Bupati Kubu Raya dua periode: 2009–2014 dan 2019–2024 menggagas salam “Tempoyak”. Hal ini sebagai pengingat untuk saling memberikan respon baik terhadap lawan bicara, agar obrolan terasa lebih hangat dan saling merasa dihargai.
Salam tempoyak memiliki simbol dengan posisi kedua tangan terbuka yang saling bersilang di dada. Bukan sekadar gerakan biasa, melainkan mengandung pesan yang kuat dan relevan dengan kehidupan saat ini.
Gerakan ini dimaknai sebagai ajakan untuk menghentikan kebiasaan “phubbing”, yaitu sikap terlalu fokus pada handphone hingga mengabaikan orang di sekitar. Dengan demikian dapat membangun komunikasi yang hangat, dan menjaga hubungan sosial agar tidak tergantikan oleh layar gadget.
“Simbol salam ini dengan posisi kedua tangan terbuka saling bersilang ke atas punya arti ajakan untuk jangan lakukan kebiasaan sikap ‘phubbing’ alias tempoyak singkatan ‘teman dengan handphone yak’,” ujarnya.
Terakhir, Muda menghimbau mari mulai lebih hadir sepenuhnya saat bersama menatap, mendengarkan, dan merespons dengan tulus agar setiap kebersamaan terasa lebih hangat, lebih bermakna, dan tentu saja lebih “terhubung” kebahagiaannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....