Festival Budaya Jadi Langkah Awal Revitalisasi Kawasan Bersejarah Tanah Seribu
- 27 Jul 2026 01:06 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Festival Budaya Khatulistiwa di Kawasan Tanah Seribu menjadi upaya memperkenalkan kembali salah satu kawasan bersejarah di Kota Pontianak yang mulai terlupakan. Melalui rangkaian kegiatan budaya, panitia berharap masyarakat kembali mengenal nilai sejarah kawasan yang pernah menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, sekaligus ruang pertemuan berbagai etnis.
Ketua Panitia Festival Budaya Khatulistiwa, Emylia Kalsum, mengatakan festival tersebut bukan sekadar menghadirkan pertunjukan seni, tetapi menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali ingatan masyarakat terhadap sejarah Tanah Seribu. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki peran penting dalam perkembangan Kota Pontianak pada masa lalu.
"Sebetulnya festival ini adalah sebuah langkah awal kita dalam mengupayakan revitalisasi kawasan Tanah Seribu yang hampir tidak lagi diingat oleh banyak orang. Padahal kawasan Tanah Seribu merupakan kawasan yang luar biasa pada masa lampau, di mana di sini ada pemerintahan, pendidikan, perdagangan yang sangat ramai, serta menjadi tempat berkumpulnya berbagai suku, etnis, dan bangsa secara harmonis," ujarnya usai membuka Festival, Minggu, 26 Juli 2026 di Alun-alun Kapuas.
Festival menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pertunjukan seni lintas budaya, permainan tradisional, pameran foto dan sketsa, literasi, pemutaran film sejarah, hingga telusur kawasan bersejarah. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar masyarakat dapat mengenal sejarah melalui pengalaman yang lebih dekat dan interaktif.
"Ada telusur kawasan sejarah, di situ kita akan mengenalkan bangunan-bangunan yang masih ada maupun yang pernah ada, sekaligus menceritakan berbagai peristiwa yang pernah terjadi di kawasan ini. Selain itu ada pameran, literasi, sastra, puisi, pemutaran film sejarah, serta berbagai pertunjukan budaya," kata Emylia.
Menurut Emylia, festival juga menjadi sarana memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda yang kini lebih akrab dengan gawai. Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pelaksanaan, tidak hanya dari anak-anak, tetapi juga orang dewasa yang ikut berpartisipasi dalam berbagai permainan.
"Tadi malam adalah acara permainan tradisional. Banyak anak sekarang yang sudah sibuk dengan gawai, sehingga kami ingin mengenalkan kembali permainan masa lampau. Ternyata bukan hanya anak-anak yang antusias, orang tua juga ikut bermain dan banyak komunitas yang bergabung dalam kegiatan ini," ucapnya.
Panitia berharap Festival Budaya Khatulistiwa menjadi awal dari upaya pelestarian kawasan Tanah Seribu sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih mengenal sejarah Kota Pontianak. Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami nilai sejarah kawasan tersebut, pelestarian warisan budaya diharapkan dapat terus berlanjut dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....