Tradisi Antar Ajong Sambas Tampil Modern, Budaya Tetap Terjaga

  • 15 Agt 2026 11:48 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Sambas - Tradisi lokal masyarakat pesisir di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, terus dilestarikan dengan kemasan yang lebih modern. Desa Arung Madang, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, kembali menggelar Festival Antar Ajong, sebuah tradisi turun-temurun yang kini dikembangkan menjadi kegiatan ajang budaya sekaligus daya tarik wisata masyarakat, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Tradisi Antar Ajong pada awalnya dikenal sebagai ritual adat yang dipercayai oleh masyarakat setempat untuk mengusir hama yang mengganggu tanaman pertanian. Dalam pelaksanaannya, masyarakat membuat replika kapal kecil atau Ajong yang kemudian dilepaskan ke laut sebagai simbol membuang berbagai hal buruk serta gangguan yang dipercaya dapat mengancam kehidupan masyarakat khususnya saat bertani.

Seiring perkembangan zaman, tradisi tersebut dikemas secara kreatif tanpa menghilangkan nilai budaya yang melekat di dalamnya. Festival Antar Ajong, kini menghadirkan perlombaan miniatur kapal dengan berbagai kreasi dan ketangkasan.

Dalam festival tersebut, kapal-kapal Ajong buatan masyarakat diadu dalam dua kategori, yakni Kategori Kelajuan, yang menguji keandalan, ketangkasan navigasi dan kecepatan perahu melaju di atas permukaan air laut pantai setempat. Berikutnya adalah kategori desain kapal paling kreatif, sehingga setiap peserta menampilkan kapal dengan beragam warna, ornamen, ukiran, hingga desain layar yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan.

Antusiasme warga khususnya masyarakat Pesisir Tangaran, juga terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti festival tahun ini. Lebih dari 30 kapal Ajong turut ambil bagian dalam perlombaan, menunjukkan bahwa tradisi tersebut masih memiliki tempat kuat di tengah masyarakat pesisir Tangaran.

Sementara itu, Pemerintah Desa Arung Madang turut mendukung keberlangsungan festival melalui pendanaan khusus. Dukungan tersebut juga diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Sambas sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya masyarakat dalam mempertahankan warisan budaya lokal.

Sedangkan Festival Antar Ajong juga dinilai memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran warga dan pengunjung dalam kegiatan tersebut dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menjajakan makanan, kerajinan maupun berbagai produk khas masyarakat pesisir.

Melalui pelestarian yang adaptif, Festival Antar Ajong Arung Madang tidak hanya menjadi ruang untuk mempertahankan warisan leluhur, tetapi juga berkembang sebagai atraksi budaya yang memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan pariwisata di Kabupaten Sambas.

Dibagian lain salah seorang pengunjung lokal, Wahyu, mengatakan jika perubahan bentuk penyelenggaraan bukan berarti menghilangkan makna tradisi. Sebaliknya, kreativitas dalam mengemas kegiatan seperti ini bisa menjadi salah satu cara agar generasi muda semakin mengenal dan ikut melestarikan budaya daerah lokal.

“Tradisi ini merupakan warisan dari para leluhur yang harus terus dijaga. Dengan dikemas menjadi festival seperti ini, jadi masyarakat khususnya saya tetap bisa mengenal nilai budaya Antar Ajong, dan pastinya pengalaman berwisata disini yang memanjakan mata, bikin saya terkesan,” pungkasnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....