Tercatat! Pecahkan Rekor di Pontianak, Pembagian 1000 Bakcang untuk Masyarakat

  • 23 Jun 2026 18:15 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Suasana Festival Bak Cang di Kota Pontianak tahun ini menjadi lebih istimewa. Selain menghadirkan tradisi budaya yang telah berlangsung turun-temurun, kegiatan tersebut berhasil mencatatkan pencapaian baru melalui pembagian 1.000 bak cang kepada masyarakat yang hadir.

Ketua Komunitas Budaya Tionghoa Pontianak (KBTP) sekaligus Ketua Panitia Festival Bak Cang, Hendry Pangestu Lim mengatakan, pencapaian tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap antusias masyarakat yang terus mendukung keberlangsungan festival budaya tersebut.

Menurutnya, Festival Bak Cang yang rutin digelar bersama KBTP bukan hanya menjadi kegiatan hiburan, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan dan menjaga nilai budaya kepada masyarakat luas.

“Hari ini dengan bangga saya sampaikan kita telah berhasil memecahkan rekor pembagian 1.000 bak cang untuk masyarakat Pontianak yang disaksikan oleh Wali Kota Pontianak, tokoh masyarakat, dan pihak Museum Negeri Provinsi Kalimantan Barat,” ujar Hendry.

Ia menjelaskan, pencatatan rekor tersebut menjadi salah satu momen penting bagi penyelenggara karena Festival Bak Cang dapat menjadi bagian dari perjalanan budaya Kota Pontianak.

“Untuk pencapaian ini, KBTP mendapatkan penghargaan dari Wali Kota Pontianak dan pihak Museum Negeri Provinsi Kalimantan Barat. Tentunya membanggakan karena sudah berhasil menyelenggarakan acara yang tercatat dalam sejarah sebagai rekor,” katanya.

Hendry berharap Festival Bak Cang dapat terus berkembang sebagai agenda budaya yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM hingga sektor usaha lainnya.

“Harapan saya selain menjadikan Festival Bak Cang sebagai kegiatan yang memberikan hiburan sekaligus edukasi dan pelestarian budaya, ke depannya event budaya seperti ini bisa mendukung pertumbuhan industri pariwisata dan ekonomi Kota Pontianak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Museum Negeri Provinsi Kalimantan Barat, Meidy Vinandar Pratama menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Festival Bak Cang. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat masih terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Festival Bak Cang tidak hanya menjadi perayaan tradisi budaya masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi simbol keberagaman dan keharmonisan kehidupan masyarakat Kalimantan Barat yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya,” ungkap Meidy.

Ia menambahkan, keberagaman budaya yang dimiliki Kalimantan Barat merupakan kekayaan yang perlu dilestarikan bersama. Menurutnya, festival budaya dapat menjadi ruang edukasi sekaligus memperkuat identitas masyarakat.

“Setiap keluarga mungkin menyimpan benda bersejarah, foto lama, peralatan tradisional, atau cerita yang berharga. Jangan biarkan warisan itu hilang dimakan waktu. Mari titipkan sejarah Kalimantan Barat kepada museum agar dapat dipelajari dan dinikmati oleh generasi mendatang,” tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....