Wayang Kulit Semalam Suntuk Satukan Warga Jawa Kalbar

  • 24 Mei 2026 13:53 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak -Ratusan warga Jawa Kalimantan Barat (Kalbar) memadati Taman Dirgantara Supadio menyaksikan pagelaran wayang kulit penuh nuansa budaya dan persaudaraan hangat. Pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang digelar Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalimantan Barat berlangsung meriah di Taman Dirgantara Supadio, Sabtu, 23 Mei 2026 malam.

Kegiatan budaya tersebut menjadi ajang silaturahmi warga Jawa dari berbagai daerah di Kalbar. Suasana penuh kekeluargaan tampak mewarnai jalannya acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-17 Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalbar.

Ratusan warga antusias menyaksikan lakon “Semar Mbangun Khayangan” yang dibawakan dalang perempuan ternama asal Wonogiri, Jawa Tengah, Nyi Wulan Sri Panjang Mas. Lakon tersebut sarat pesan moral tentang kebijaksanaan, persatuan, gotong royong, dan perjuangan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis serta sejahtera.

Tokoh Semar digambarkan sebagai sosok sederhana namun penuh kebijaksanaan yang berupaya menciptakan tatanan kehidupan damai dan adil. Nilai-nilai itu dinilai relevan dengan kondisi masyarakat majemuk di Kalbar.

Wakil Bupati Kubu Raya H. Sukiryanto mengapresiasi terselenggaranya kegiatan budaya tersebut dan menilai wayang kulit merupakan warisan bangsa yang harus terus dijaga. “Pagelaran wayang kulit ini adalah tradisi anak bangsa yang harus terus kita lestarikan bersama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan salam dari Bupati Kubu Raya H. Sujiwo yang disebut memiliki kedekatan emosional dengan warga Wonogiri, namun belum dapat hadir karena tugas kedinasan di luar daerah. Menurut Sukiryanto, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mendukung penuh seluruh kegiatan budaya lintas etnis sebagai bagian memperkuat persatuan dan keharmonisan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalbar AKP (Purn) Suharto mengatakan pagelaran wayang kulit bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana menjaga warisan budaya dan mempererat persaudaraan warga Jawa di Kalbar. “Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi dan pelestarian budaya agar tetap dikenal generasi muda,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, hingga perwakilan organisasi budaya dan keagamaan di Kalbar.

Baca juga: Festival Syair Gulung Tanah Kayong Cetak Rekor MURI Terpanjang

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....