Masjid Besar Islamiyah Pontianak, Saksi Sejarah Sejak 1937
- 08 Mei 2026 13:21 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Masjid Besar Islamiyah di kawasan Kampung Bangka, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, menjadi salah satu masjid bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga kini. Masjid yang dibangun pada tahun 1937 itu memiliki kaitan erat dengan berdirinya Yayasan Perguruan Islamiyah yang lebih dahulu hadir pada 1926.
Pengurus Masjid Besar Islamiyah, Ir.H. Setia Budi, M.MA., Jum'at, 08 Mei 2026, mengatakan awal pembangunan masjid dilakukan untuk menunjang kebutuhan ibadah sekaligus sarana edukasi bagi para siswa madrasah di lingkungan Yayasan Perguruan Islamiyah.
“Sebelas tahun setelah berdirinya Yayasan Perguruan Islamiyah, untuk mengakomodir kepentingan ibadah dan edukasi siswa-siswa madrasah, maka dibangunlah sebuah masjid yang bernama Masjid Islamiyah pada tahun 1937,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Yayasan Perguruan Islamiyah merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Pontianak dan menjadi madrasah pertama yang berdiri di kota tersebut.
“Kalau kita melihat dari pertama kali berdirinya madrasah di Kota Pontianak ini, itu Madrasah Islamiyah yang pertama kali berdiri,” katanya.
Menurutnya, keberadaan masjid tidak hanya dimanfaatkan untuk lingkungan pendidikan, tetapi juga menjadi pusat ibadah masyarakat sekitar Kampung Bangka. Masjid Besar Islamiyah juga berdiri di atas tanah wakaf milik Haji Arief dengan luas sekitar 1,3 hektare. Di dalam kawasan yayasan tersebut terdapat berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA, termasuk Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah.
“Yayasan Perguruan Islamiyah itu merupakan tanah wakaf dari Haji Arief kurang lebih luasnya 1,3 hektare,” jelasnya.
Setia Budi menuturkan, status Masjid Islamiyah kemudian ditetapkan sebagai masjid besar untuk wilayah Kecamatan Pontianak Selatan pada masanya.
“Untuk Kecamatan Pontianak Selatan waktu itu, Masjid Besar Islamiyah dinobatkan sebagai masjid besar yang ada di Kota Pontianak,” ungkapnya.
Seiring perjalanan waktu, bangunan masjid telah mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi besar tercatat sudah dilakukan sebanyak empat kali sejak pertama kali dibangun menggunakan material kayu belian dan atap sirap.
“Berdirinya pada tahun 1937 itu semuanya bahannya dari kayu, khususnya kayu belian. Atapnya pun menggunakan atap sirap,” katanya.
Kini, bangunan masjid yang terdiri dari dua lantai itu mampu menampung sekitar 1.300 jemaah. Tak hanya menjadi tempat ibadah, Masjid Besar Islamiyah juga aktif menjalankan berbagai program pembinaan masyarakat. Setia Budi menyebut terdapat lima bidang utama dalam program kerja masjid, di antaranya bidang ibadah dan dakwah, pembangunan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
“Program prioritas sekarang ini ada lima bidang khususnya untuk menggerakkan Masjid Besar Islamiyah agar bermanfaat, terutama untuk syiar agama dan sarana edukasi bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Dalam bidang sosial, pengurus masjid juga aktif menerima dan menyalurkan zakat serta melaksanakan penyembelihan hewan kurban setiap Hari Raya Idul Adha.
“Nanti daging-daging kurban itu akan kita bagikan sesuai syariat Islam, terutama kepada masyarakat yang ada di wilayah Kampung Bangka dan Mendawai,” tuturnya.
Tahun 2026 ini juga menjadi momentum penting bagi Yayasan Perguruan Islamiyah yang genap berusia 100 tahun sejak pertama kali berdiri.
“Pada tahun ini milad Yayasan Perguruan Islamiyah mencapai satu abad atau seratus tahun,” pungkasnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....