Filosofi Buah dalam Tradisi: Bukan Sekadar Pelengkap, Ini Makna di Balik Hantaran
- 10 Apr 2026 13:16 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Dalam setiap acara adat, pernikahan, hingga syukuran di Indonesia, kehadiran seserahan atau hantaran buah-buahan seolah menjadi elemen yang wajib ada. Namun, tahukah Anda bahwa penyusunan keranjang buah tersebut bukan sekadar untuk pemanis mata atau pelengkap hidangan?
Masyarakat Nusantara dikenal memiliki kedalaman filosofi dalam setiap simbol budayanya, termasuk dalam memilih jenis buah. Setiap buah yang dipilih membawa doa, harapan, dan pesan tersendiri bagi si penerima.
Berikut adalah beberapa buah yang memiliki makna filosofis kuat dalam tradisi hantaran:
Pisang Raja: Lambang Kemuliaan dan Doa
Pisang raja hampir tidak pernah absen dalam upacara adat Jawa maupun daerah lain. Sesuai namanya, pisang ini melambangkan harapan agar pasangan yang menikah atau orang yang bersyukur memiliki kehidupan yang mulia dan terhormat layaknya seorang raja.
Selain itu, pohon pisang yang bisa tumbuh di mana saja dan hanya berbuah sekali sebelum mati, menjadi simbol kesetiaan dan daya tahan hidup dalam menghadapi berbagai ujian.
Jeruk: Simbol Rezeki yang Melimpah
Warna kuning atau oranye pada jeruk sering kali dikaitkan dengan emas dan kemakmuran. Dalam tradisi masyarakat Tionghoa maupun akulturasi budaya lokal, jeruk (terutama jenis mandarin atau jeruk santang) dianggap membawa keberuntungan. Bentuknya yang bulat juga melambangkan kesempurnaan dan siklus rezeki yang tidak terputus.
Apel dan Pir: Kedamaian dan Kesehatan
Warna merah pada apel sering diartikan sebagai simbol kasih sayang dan kebahagiaan. Sementara itu, buah pir yang kaya air sering dikaitkan dengan kesejukan hati dan kejernihan pikiran. Memberikan buah ini dalam hantaran berarti mendoakan agar keluarga yang dibina selalu penuh cinta dan dijauhkan dari konflik yang memanas.
Anggur: Kemewahan dan Kebersamaan
Dalam sejarahnya, anggur sering dianggap sebagai buah para bangsawan. Dalam konteks hantaran modern, anggur melambangkan kemewahan sekaligus kerukunan. Bentuknya yang tumbuh berkerumun dalam satu tangkai adalah simbol persatuan dan kebersamaan keluarga yang erat.
Pesan Moral di Balik Keranjang Buah
Penyajian buah-buahan dalam bentuk hantaran juga mengajarkan kita untuk selalu menghargai hasil alam. Dengan memberikan buah terbaik, seseorang sebenarnya sedang menunjukkan ketulusan rasa hormat kepada kerabat atau calon keluarga baru.
Jadi, saat Anda melihat keranjang buah dalam sebuah acara adat, ingatlah bahwa di sana ada rangkaian doa yang disusun rapi di antara warna-warni buah tersebut.
Baca juga: The Power of "No": Cara Sopan Menolak Ajakan Nongkrong tanpa Merasa Bersalah
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....