Cegah Stagnan, Siswa SMAN 5 Pontianak Ajak Gen Z Aktif Berorganisasi
- 29 Jun 2026 18:52 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Banyak remaja masa kini yang masih terjebak dalam siklus keseharian monoton. Sekolah, pulang, bermain gawai, dan mengulangi rutinitas yang sama keesokan harinya. Tanpa disadari, keengganan untuk keluar dari zona nyaman inilah yang membuat potensi generasi muda (Gen Z) menjadi mandek dan kehilangan arah (stuck).
Hal tersebut disampaikan oleh Aprianus Ganda, siswa kelas 11 SMA Negeri 5 Pontianak, dalam program dialog malam "Ronda" (Ruang Obrolan Pro 2) di RRI Pro 2 Pontianak, Kamis, 25 Juni 2026. Mengangkat topik "Upgrade Diri Emang Harus Dimulai dari Mana?", Aprianus membagikan pengalamannya bertransformasi dari seorang yang sangat introver menjadi remaja berprestasi dan kreator konten.
"Dulu saat SMP saya sangat introver. Memegang mikrofon saja tangan saya gemetar. Langkah pertama saya untuk upgrade diri adalah dengan memaksa keluar dari zona nyaman. Saya nekat mencalonkan diri sebagai wakil ketua OSIS hingga akhirnya terpilih menjadi ketua OSIS. Dari sanalah mental, tanggung jawab, dan kemampuan public speaking saya terbentuk," ucap siswa yang akrab disapa Apri tersebut kepada host Naufal.
Apri menjelaskan, meng-upgrade diri bisa dimulai dari langkah kecil seperti bergabung dengan ekstrakurikuler atau organisasi di sekolah. Keberanian itu kemudian harus ditingkatkan dengan rutin mengikuti ajang perlombaan. Menurutnya, mengikuti perlombaan bukan semata-mata soal menang atau kalah, melainkan sebuah pintu yang akan membuka berbagai kesempatan baru di masa depan.
Di luar lingkungan sekolah, Apri juga tercatat aktif sebagai anggota Angkatan 5 pada Sentra Remaja Khatulistiwa (CRK), sebuah program edukasi remaja di bawah naungan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Barat.
"Di CRK, saya adalah satu-satunya peserta yang masih duduk di bangku SMA, sisanya adalah mahasiswa. Bergaul dengan kakak-kakak mahasiswa memberikan saya perspektif masa depan yang jauh lebih luas, utamanya tentang isu kesehatan reproduksi dan pendampingan teman sebaya. Lingkungan dan pergaulan (circle) yang positif itu sangat memengaruhi pola pikir kita," ujar Apri.
Dalam kesehariannya yang padat sebagai pelajar, aktivis ekstrakurikuler (OSIS, Klub Jurnalistik, English Club), serta kreator konten self-improvement di TikTok dan Instagram, Apri menyiasatinya dengan menerapkan metode manajemen waktu 'To-Do List'. Metode mencatat daftar prioritas harian ini dinilainya sangat efektif untuk mencegah kelelahan mental (burnout) di tengah padatnya aktivitas.
Menutup perbincangan, Apri berpesan kepada para remaja di Kota Pontianak untuk tidak takut gagal saat mencoba hal-hal baru.
"Buat teman-teman yang masih ragu untuk bertumbuh, just do it. Gagal itu hal biasa saat mencoba. Tapi kegagalan sejati adalah ketika kalian tidak pernah mau mencoba sama sekali. Kesempatan datang kepada orang yang tidak pernah berhenti berusaha," ucapnya mengakhiri.
Baca juga: Top 3 Miss Youth Kalbar 2026 Sukses Ubah Insecure Jadi Prestasi
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....