Top 3 Miss Youth Kalbar 2026 Sukses Ubah Insecure Jadi Prestasi

  • 28 Jun 2026 21:16 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Di balik gemerlap mahkota dan pesona memukau di atas panggung, siapa sangka para pemenang kontes kecantikan ini pernah bergulat hebat dengan trauma perundungan hingga sifat introver yang membelenggu. Mematahkan stigma bahwa ajang pageant hanya adu kemolekan fisik semata, Top 3 Miss Youth Kalimantan Barat 2026 membuktikan bahwa keberanian menaklukkan rasa insecure adalah kecantikan yang sesungguhnya. inilah yang disuarakan oleh tiga pemenang Miss Youth Kalimantan Barat 2026 dalam program NGOPI (Ngobrolin Prestasi dan Informasi) di RRI Pro 2 Pontianak, Sabtu, 27 Juni 2026.

Mengusung tema besar "Beyond Beauty, Building Legacy", Putri Dina Zahira, Cadence Claire Bailey, dan Fortuna Godifa berbagi kisah inspiratif mereka dalam menembus batas diri kepada host Anwar. Ketiganya membuktikan bahwa ajang pageant sejati berlandaskan pada prinsip 4B (Brain, Beauty, Behavior, and Brave).

Putri Dina Zahira, siswi SMP Negeri 11 Pontianak, membagikan pengalaman pahitnya yang sempat terpuruk akibat perundungan (bullying) secara verbal semasa SD. Namun, alih-alih menyerah, Dina menjadikan momen tersebut sebagai batu loncatan untuk bangkit. Melalui ajang ini, ia juga membawa program advokasi edukasi kesehatan gigi sebagai pilar awal terbentuknya kepercayaan diri.

"Untuk kalian yang merasa insecure atau tidak percaya diri, jangan pernah meragukan kemampuan diri sendiri. Diri kita yang sering dianggap remeh bisa membuktikan bahwa kita cantik dengan cara dan perilaku kita masing-masing. Remember, always confident is the key," ujar Dina dengan semangat.

Sementara itu, Cadence Claire Bailey atau akrab disapa Kady, menyoroti pentingnya pendidikan dan pelestarian budaya. Siswi SMA yang tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta ini aktif menjadi kreator konten yang mengampanyekan kelestarian budaya Dayak. Baginya, memilih sibuk berprestasi di masa muda jauh lebih penting daripada sekadar bersenang-senang menghabiskan waktu.

"Budaya itu adalah jati diri kita. Dari budaya itulah kita tahu siapa diri kita sesungguhnya. Ibarat pohon, akar kitalah yang membuat kita kuat, jadi jangan sampai akar itu goyah karena tergerus masuknya budaya luar," ucap Kady menegaskan prinsip advokasinya.

Kisah pendobrakan zona nyaman datang dari Fortuna Godifa. Siswi SMA Pelita Cemerlang Pontianak yang mengaku sebagai seorang introver ini membuktikan bahwa rasa cemas berhadapan dengan publik bisa dilawan. Tak hanya unjuk nyali, Fortuna juga mengusung advokasi pelestarian lingkungan bernama "Pak Kaision", yakni gerakan mendaur ulang baju bekas menjadi tas tanpa jahitan (kids friendly) untuk menekan tumpukan sampah di Pontianak.

"Awalnya deg-degan karena saya baru terjun ke dunia pageant dan saya ini orangnya introver. Tapi kalau tidak dicoba, saya pasti akan menyesal nantinya. Jadi untuk teman-teman semua, kita harus berani keluar dari zona nyaman. Kalau tertarik mencoba hal baru, coba saja dulu selagi masih ada kesempatan," kata Fortuna memotivasi generasi muda.

Di akhir perbincangan, ketiga perwakilan Generasi Z ini sepakat bahwa setiap individu memiliki keistimewaannya masing-masing. Mereka berpesan agar remaja saat ini berhenti membandingkan diri dengan pencapaian orang lain, dan mulai fokus membangun warisan (legacy) karya yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....