KBMB Untan Gelar Festival Waisak 2026, Hadirkan Lomba Cerdas Cermat & Bakti Sosial

  • 27 Mei 2026 10:11 WIB
  •  Pontianak

RI.CO.ID, Pontianak - Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai obrolan Program NGOPI (Ngobrolin Prestasi dan Informasi) RRI Pro 2 Pontianak pada Senin, 25 Mei 2026. Dalam siaran tersebut menghadirkan Ketua Umum Keluarga Besar Mahasiswa Buddhis (KBMB) Universitas Tanjungpura, Aruna Wiryajayo, dan anggota panitia, Jhon Miranto.

Dalam obrolan tersebut, keduanya membagikan cerita di balik pelaksanaan Festival Waisak 2026 yang menghadirkan lomba cerdas cermat hingga bakti sosial kesehatan untuk masyarakat yang telah disiapkan sejak dua bulan terakhir. Salah satu agenda yang sudah terlaksana ialah lomba cerdas cermat Buddhis yang digelar pada 17 Mei 2026 lalu di Gedung Kuliah Bersama B Universitas Tanjungpura dan diikuti 13 tim dari berbagai SMA dan SMK di Pontianak serta Kubu Raya.

Aruna menjelaskan, lomba cerdas cermat dipilih karena dinilai mampu menjadi ruang bagi pelajar untuk mengasah pemahaman tentang ajaran Buddha sekaligus meningkatkan kemampuan akademik mereka. Menurutnya, kegiatan itu juga dapat menjadi wadah untuk mencari potensi siswa yang nantinya bisa mengikuti kompetisi tingkat lebih tinggi.

“Kalau lomba cerdas cermat ini kan banyak membahas tentang materi atau ajaran Sang Buddha. Jadi kami memberikan kesempatan buat teman-teman untuk menguji pemahaman mereka,” ujar Aruna.

Jhon Miranto menambahkan, Festival Waisak bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga sarana mahasiswa untuk belajar menyusun kegiatan dan terjun langsung ke masyarakat. Ia mengakui proses persiapan acara cukup menantang, mulai dari mencari sponsor, membentuk kepanitiaan, hingga mengatur waktu di tengah aktivitas kuliah.

Selain lomba cerdas cermat, KBMB Untan juga akan menggelar bakti sosial berupa general check up dan pengobatan gratis di Desa Mekarsari, Sungai Raya, Kubu Raya. Kegiatan tersebut menyasar masyarakat umum tanpa memandang latar belakang agama maupun suku.

Aruna mengatakan, lokasi bakti sosial dipilih setelah panitia melakukan survei langsung ke lapangan dan menemukan masih terbatasnya akses layanan kesehatan masyarakat setempat. Ia menyebut warga di wilayah tersebut cukup banyak mengalami hipertensi, kolesterol, asam urat, dan diabetes.

“Kami fokusnya ke semua kalangan. Mau agamanya apa, sukunya apa, rasnya apa, pokoknya kami datang untuk membantu dan bergotong royong bersama masyarakat,” kata Aruna.

Dalam pelaksanaannya, panitia bekerja sama dengan komunitas relawan kesehatan Hati Nurani serta sejumlah pihak lain, termasuk Universitas Tanjungpura, Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas setempat. Dukungan itu dinilai menjadi bagian penting agar seluruh rangkaian kegiatan Festival Waisak 2026 dapat berjalan lancar.

Baca juga: Karya Mahasiswa Untan Disulap Jadi Pameran, Ruang Artikula 1.0 Siap Digelar

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....