Tiga Indikator Kesuksesan dalam Hidup
- 27 Mar 2026 05:13 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Ustadz Wahyu Fitrahadi dalam kajian di programa 4 RRI Pontianak, Jum'at, 27 Maret 2026, menyampaikan bahwa kesuksesan dalam hidup menurut Islam tidak hanya diukur dari materi, jabatan, atau popularitas. Lebih dari itu, ia berkaitan erat dengan kedekatan seorang hamba kepada Allah serta manfaat yang ia berikan bagi sesama.
Nilai kesuksesan sejati bersifat seimbang antara dunia dan akhirat. Indikator pertama adalah kuatnya hubungan dengan Allah.
Hal ini tercermin dari konsistensi dalam ibadah, keikhlasan hati, dan ketenangan jiwa saat mengingat-Nya. Seseorang yang sukses akan menjadikan shalat, doa, dan dzikir sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.
Indikator kedua adalah akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Kesuksesan tidak berarti apa-apa jika seseorang menyakiti orang lain atau berlaku zalim.
Orang yang berhasil akan menjaga lisannya, menghormati sesama, dan menebarkan kebaikan di mana pun ia berada.
Indikator ketiga adalah bermanfaat bagi orang lain. Islam sangat menekankan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling memberi manfaat. Kesuksesan sejati tampak ketika kehadiran seseorang membawa solusi, bukan masalah, bagi lingkungan sekitarnya.
Ketiga indikator ini saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan. Ibadah yang kuat akan melahirkan akhlak mulia, dan akhlak yang baik akan mendorong seseorang untuk memberi manfaat. Inilah keseimbangan hidup yang diajarkan dalam Islam.
| Baca juga: Orang Lain Bahagia, Kenapa Kita yang Panas? |
Dalam perjalanan hidup, manusia sering tergoda untuk mengejar kesuksesan dunia semata. Padahal tanpa nilai spiritual dan moral, semua pencapaian itu bisa menjadi kosong dan tidak bermakna. Karena itu, penting untuk selalu meluruskan niat.
Pada akhirnya, kesuksesan sejati adalah ketika hidup kita diridhai Allah dan memberikan dampak baik bagi orang lain. Dengan memahami dan mengamalkan ketiga indikator ini, seseorang akan menemukan makna hidup yang lebih dalam dan penuh keberkahan. Wallahu'alam Bishawab.
Baca juga: Teman Paling Setia saat Dunia Tidak Menganggap Kita
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....