Ngaji Kebangsaan PMII Kalbar Bahas Kunci Sukses Generasi Intelektual

  • 12 Jul 2026 06:59 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Barat sukses menggelar acara Ngaji Kebangsaan di Sekretariat PKC PMII Kalbar, Sabtu, 11 Juli 2026 sore.

Mengusung tema Membangun Generasi Intelektual yang Moderat, Nasionalis, dan Berakhlakul Karimah dalam Menjaga Persatuan Bangsa, acara ini menghadirkan tokoh nasional sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PMII Periode 1991-1994, Prof. Masykur Musa sebagai pembicara utama.

Dalam tausiyah kebangsaannya, Prof Ali Masykur Musa membakar semangat kader dengan mengajak seluruh peserta menyanyikan Mars PMII. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai keislaman dan nasionalisme di Indonesia, khususnya yang tertuang dalam Pancasila, sudah sangat selaras dan final.

Lebih dalam, pria yang akrab disapa Cak Ali ini menyoroti krisis moral yang kerap melanda generasi muda. Ia mengingatkan pentingnya menempatkan adab di atas ilmu pengetahuan (Al-Adabu Fauqal Ilmi).

"Banyak orang yang pandai, alim, tapi kalau ilmu batiniah dan rohaniahnya hilang, maka tidak ada nilainya. Hati itu seperti cermin. Kalau kotor, cahaya Tuhan tidak akan bisa memantul ke dalam diri kita," ujar Ali Masykur di hadapan para mahasiswa.

Ia juga sempat menyinggung kebiasaan buruk generasi muda saat ini yang bangun tidur langsung mencari gadget dan mengabaikan ibadah. Ia berpesan agar kader PMII membiasakan disiplin diri, bangun lebih awal, mendirikan salat malam, dan menjaga kebersihan hati.

Rumus Sukses "ICE" untuk Kader PMII. Sebagai sosok yang telah puluhan tahun malang melintang di dunia birokrasi, politik, dan profesional-mulai dari Anggota DPR, BPK, hingga menjabat sebagai Komisaris BUMN di era tiga presiden berbeda-Prof. Ali membagikan resep suksesnya yang ia sebut dengan rumus "ICE" (Integrity, Care, Excellence).

Pertama adalah Integritas (Integrity). Menurutnya, modal utama seorang pemimpin adalah kejujuran dan sikap yang bisa dipercaya. "Begitu seseorang tidak dipercaya atas integritasnya, saat itu pula orang tersebut tidak akan dipakai lagi," tegasnya.

Kedua adalah Kepedulian dan Kerjasama (Care). Ia menegaskan bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri dan harus mampu berkolaborasi. "Membangun teamwork itu wajib. Hidup itu harus berbagi, harus bersinergi, jangan individualistis," tambahnya, menganalogikan kerja sama tim yang solid seperti dalam pertandingan sepak bola.

Ketiga adalah Kecemerlangan (Excellence). Sebagai mahasiswa, kader PMII dituntut untuk memberikan yang terbaik dalam hal akademik. Dengan nada bercanda namun menohok, ia memberikan target IPK kepada para peserta.

"Kader PMII harus jadi yang terbaik. Kalau IPK-nya 3,5 ke atas, itu namanya Madecer, Masa Depan Cerah. Kalau di bawah 3, itu Madesu, Masa Depan Suram," kelakarnya yang disambut tawa riuh para peserta.

Menutup materinya, Prof. Ali Masykur Musa berpesan agar kader-kader PMII di Kalimantan Barat terus berproses tanpa henti dan menjaga moralitas, sehingga kelak siap menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang membawa kemaslahatan bagi Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....