Kenali Child Grooming Sejak Dini
- 23 Jan 2026 16:06 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Child grooming saat ini sedang ramai dibahas sejak viralnya kasus Aurelie Moeremans. Dalam buku Broken Strings, anak digambarkan seperti boneka yang talinya perlahan terurai yang dilemahkan sedikit demi sedikit hingga ia tak lagi bisa berdiri sendiri lagi.
Child grooming adalah proses manipulasi yang dilakukan orang dewasa atau pihak yang lebih berkuasa untuk membangun kedekatan emosional dengan anak. Tujuan dilakukannya child grooming yaitu untuk mengeksploitasi anak, baik secara seksual, emosional, maupun psikologis. Tidak seperti kekerasan yang kasat mata, grooming bekerja secara halus, bahkan sering menyamar sebagai perhatian, perlindungan, dan kasih sayang.
Pelaku child grooming jarang datang sebagai sosok yang menakutkan. Sebaliknya, mereka seringkali tampil sebagai orang yang “paling mengerti”, “paling peduli”, atau “paling bisa dipercaya”.
| Baca juga: Kenali Tanda Penyebab Tidur Ngorok |
Anak diberi perhatian khusus, hadiah, atau ruang aman semu untuk bercerita. Perlahan, batas antara yang wajar dan yang melanggar mulai kabur. Anak diajarkan untuk menyimpan rahasia, merasa bergantung, dan pada akhirnya merasa bersalah jika menolak.
Di sinilah relasi kuasa berperan besar. Anak belum memiliki kapasitas emosional dan kognitif yang setara untuk memahami bahwa apa yang terjadi adalah bentuk kekerasan. Seperti dalam Broken Strings, ketika tali-tali perlindungan itu putus, anak sering kali tidak tahu kapan dan bagaimana semuanya mulai salah. Yang tertinggal hanyalah rasa bingung, takut, dan diam.
Sayangnya, lingkungan sekitar kerap terlambat menyadari. Grooming tidak selalu meninggalkan luka fisik melainkan sebaliknya. Child grooming meninggalkan luka yang lebih senyap dan berbekas terutama pada cara anak memandang dirinya sendiri, tubuhnya, dan relasinya dengan orang lain.
| Baca juga: Kenali Resiko Makan Mie Instant Mentah |
Untuk bisa menyelamatkan anak-anak dari child grooming, perlu kita ketahui beberapa perubahan yang menjadi tanda childgrooming sejak dini:
Perubahan perilaku mendadak
Anak menjadi lebih tertutup, murung, mudah cemas, atau tiba-tiba sangat patuh pada satu orang tertentu.
Menjaga rahasia berlebihan
Anak sering mengatakan “ini rahasia” atau takut jika hubungannya dengan seseorang diketahui orang lain.
Perubahan emosi dan rasa bersalah
Anak tampak sering menyalahkan diri sendiri, merasa “kotor”, atau takut tanpa alasan yang jelas.
Ketergantungan pada satu figur dewasa
Anak menunjukkan kedekatan yang tidak wajar dan sulit dipisahkan dari orang tersebut (pelaku child grooming).
Perubahan kebiasaan atau minat
Termasuk perubahan cara berpakaian, penggunaan gawai yang lebih tersembunyi, atau ketakutan berlebih saat ditanya tentang aktivitasnya.
Baca juga: Child Grooming: Manipulasi Berkedok Cinta Mengintai Anak
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....