KOMET ke-22 Tantang Pelajar Kalbar

  • 20 Jan 2026 19:48 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) FMIPA Universitas Tanjungpura kembali menggelar KOMET (Kompetisi Matematika) ke-22, sebuah ajang tahunan yang melibatkan pelajar SMA sederajat dan mahasiswa dari seluruh Kalimantan Barat. Informasi tersebut disampaikan dalam program NGOPI (Ngobrolin Prestasi dan Informasi) Pro 2 RRI Pontianak, Senin, 19 Januari 2026.

KOMET ke-22 dibahas dalam siaran bersama Conny Liana, Ketua Umum Himatika FMIPA Untan, dan Naisha Fitria, Ketua Panitia KOMET ke-22. Keduanya menjelaskan bahwa kompetisi ini telah diselenggarakan secara konsisten setiap tahun dan menjadi salah satu agenda akademik terbesar mahasiswa matematika di Kalimantan Barat.

Ketua Umum Himatika FMIPA Untan, Conny Liana, menyatakan bahwa KOMET, selain berorientasi pada kompetisi, juga pada pembentukan cara berpikir peserta. “Melalui KOMET, kami ingin menunjukkan bahwa matematika itu luas dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bukan hanya soal angka dan rumus, tetapi juga melatih logika, ketelitian, dan cara berpikir sistematis yang berguna di berbagai bidang,” ujar Conny.

Naisha menyebutkan, KOMET telah memasuki penyelenggaraan ke-22 dan dikenal luas oleh sekolah-sekolah di daerah. Menurutnya, banyak sekolah yang sudah akrab dengan kegiatan ini sehingga proses sosialisasi relatif lebih mudah. “KOMET sudah punya nama. Ketika kami menyampaikan undangan, banyak sekolah langsung mengenali bahwa ini kompetisi matematika,” ujarnya.

Pelaksanaan KOMET ke-22 diawali dengan seleksi daerah yang akan berlangsung pada 24 Januari 2026 di 14 kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat. Dari setiap daerah, panitia akan memilih 10 peserta terbaik untuk melaju ke tahap seleksi puncak yang digelar di Pontianak pada 4 April 2026.

Seleksi daerah dilakukan melalui ujian tertulis matematika dengan 20 soal pilihan ganda dan waktu pengerjaan 45 menit. Panitia menerapkan aturan ketat, termasuk larangan penggunaan ponsel dan kalkulator, serta pengawasan langsung di setiap lokasi. Peserta yang terbukti melakukan kecurangan akan langsung didiskualifikasi.

Sementara itu, seleksi puncak di Pontianak akan berlangsung dalam beberapa tahap. Dari sekitar 140 peserta, panitia akan menyaring menjadi 40 besar, kemudian 20 besar, hingga lima finalis yang akan memperebutkan posisi juara melalui sesi presentasi dan tanya jawab bersama dewan juri dari dosen matematika.

Selain kompetisi individu matematika, KOMET ke-22 juga menghadirkan kategori Mathematics on Paper (MOP) dan Peraga Matematika (GAMA) yang berbasis tim. Untuk kategori ini, peserta mengirimkan karya tulis atau produk peraga yang kemudian diseleksi dan dipresentasikan pada tahap puncak.

Tahun ini, KOMET mengangkat tema “Mengasah Logika dan Kreativitas dalam Mengukur Perubahan Pertumbuhan Ekosistem Hutan”. Tema tersebut dipilih untuk menunjukkan bahwa matematika tidak hanya berkutat pada rumus dan angka, tetapi juga dapat diterapkan dalam isu-isu lingkungan dan persoalan nyata yang sedang dihadapi masyarakat.

Ketua Umum Himatika FMIPA Untan, Conny, menegaskan bahwa melalui KOMET, pihaknya ingin mengubah cara pandang generasi muda terhadap matematika. Menurutnya, matematika memiliki cakupan luas dan relevan dengan berbagai bidang kehidupan, tidak terbatas pada aktivitas berhitung semata.

Panitia juga memastikan seluruh peserta seleksi puncak akan difasilitasi dengan akomodasi, konsumsi, serta sertifikat. Pemenang akan memperoleh piala, medali, uang pembinaan, dan sertifikat prestasi yang dapat dimanfaatkan sebagai portofolio akademik.

Melalui KOMET ke-22, panitia berharap pelajar dari daerah tidak ragu untuk berpartisipasi. Panitia menegaskan bahwa kompetisi ini terbuka dan setara bagi seluruh peserta, tanpa memandang asal daerah, serta menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, logika, dan kreativitas melalui matematika.

Baca juga: TVRI Archery Club: Membidik Prestasi Nasional

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....