Pelajar Islam Indonesia Kalbar Dorong Kader Agamis, Cendekia, dan Siap Memimpin

  • 16 Mei 2026 15:46 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Program Toserba Pro 2 Pontianak menghadirkan diskusi hangat soal pembentukan karakter pelajar bersama Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Kalimantan Barat, Selasa,12 Mei2026. Dalam siaran live dari studio Pro 2 RRI Pontianak dan kanal YouTube Pro 2 Pontianak itu, pembahasan mengerucut pada pentingnya mencetak generasi muda yang agamis, cerdas, solutif, sekaligus mampu memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Host Pro 2, Anwar, berbincang bersama Ketua Umum PW PII Kalbar, Muhammad Ardiansyah, dan Ketua Kaderisasi PW PII Kalbar, Atira. Keduanya berfokus pada tantangan pelajar di era digital yang dinilai semakin mudah terpengaruh arus pergaulan dan media sosial.

Ardiansyah mengatakan, identitas keislaman pelajar saat ini tidak cukup hanya menjadi label semata. Menurutnya, pelajar agamis harus mampu menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam sikap, kecerdasan, hingga kepedulian sosial.

“Aturan agama bukan cuma simbol. Pelajar yang agamis juga harus cerdas, punya adab, dan bisa membawa manfaat untuk lingkungan,” ujar Ardiansyah.

Sementara itu, Atira menjelaskan bahwa konsep agamis yang dibangun di PII bukan mengenai sikap ekstrem ataupun merasa paling benar. Ia menegaskan, nilai Islam justru mendorong pelajar untuk berkembang, adaptif terhadap zaman, dan tetap terbuka terhadap ilmu pengetahuan.

Menurutnya, pembentukan karakter kader dilakukan melalui tiga tahapan pelatihan, yakni Leadership Basic Training (LBT), Leadership Intermediate Training (LIT), hingga Leadership Advance Training (LAT). Program tersebut dirancang untuk membangun kemampuan kepemimpinan sekaligus memperkuat karakter pelajar.

“Anak muda sekarang tetap ingin gaul, tetap ingin berkembang. Jadi pendekatan dakwah juga harus relevan, tidak melulu formal, tapi tetap membawa nilai Islam,” kata Atira.

Dalam diskusi itu, keduanya juga menyinggung pentingnya kemampuan memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain. Ardiansyah menyebut, kepemimpinan dimulai dari kebiasaan sederhana seperti disiplin, menyusun rencana hidup, hingga mampu mencari solusi atas persoalan pribadi.

Selain itu, nilai toleransi turut menjadi perhatian dalam pembahasan. PW PII Kalbar menilai keberagaman di Indonesia harus dijaga melalui sikap saling menghormati antarumat beragama. Meski berlandaskan nilai Islam, organisasi tersebut menekankan pentingnya membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat majemuk.

Di akhir siaran, Atira mengajak para pelajar untuk mencari ruang pembinaan yang positif dan tidak hanya terpaku pada standar sosial media. Ia berharap generasi muda mampu menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat, sekaligus terus mengembangkan kapasitas diri sebagai calon pemimpin masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....