Arumi dan Perjalanannya Menjadi Guru Muda

  • 29 Nov 2025 03:38 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Memperingati Hari Guru 2025, Pro 2 RRI Pontianak menghadirkan Arumi, mahasiswi Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak dalam program Toserba edisi Rabu, 26 November 2025. Dalam siaran yang dipandu Dipa dan Krismi tersebut, Arumi berbagi kisah perjalanan pendidikannya sekaligus alasan kuat mengapa ia memilih menapaki profesi guru.

Arumi mengungkap bahwa cita-cita menjadi guru tidak muncul sejak kecil. Ia justru sempat ingin menjadi dokter, namun pengalaman hidup dan kedekatannya dengan dunia pendidikan perlahan mengubah pilihan tersebut. Sang ibu, seorang guru SD, menjadi sosok yang paling banyak memengaruhi pandangannya terhadap profesi mengajar.

“Inspirasinya dari ibu. Soalnya Arum dari kecil, dari Arum belum sekolah sampai sekarang ibu tuh masih ngajar,” ucapnya.

Dalam perbincangan, Arumi juga menggambarkan bagaimana perjalanan sekolahnya turut membentuk karakter pendidiknya. Ia menjalani masa kecil sebagai anak guru di SDN 44 Tanjung Saleh, kemudian melanjutkan pendidikan di pesantren selama enam tahun. Lingkungan yang disiplin dan padat aktivitas membuatnya belajar tentang ketekunan sejak dini.

Kesibukannya saat ini, kata Arumi, banyak diisi dengan persiapan masa depan serta pengembangan diri di bidang pendidikan. Ia merasakan bahwa menjadi guru adalah komitmen jangka panjang untuk hadir dan mendampingi generasi muda.

“Kesibukannya sekarang lagi menata masa depan,” katanya.

Arumi juga mengenang masa ketika ia mengikuti program baca kitab di pesantren. Ia harus belajar hingga larut malam demi mengejar standar kelas A, kelas yang diisi para pengajar dan senior. Pengalaman itu membuatnya semakin yakin bahwa dunia pendidikan memiliki tempat khusus dalam hidupnya.

Awalnya, Arumi masih ragu menentukan arah karier. Namun, seiring waktu, ia merasa profesi guru memberikan ruang untuk membangun hubungan yang hangat dengan murid serta memberikan dampak yang nyata bagi kehidupan mereka.

“Peran guru tuh kayak itu loh, ada jadi orang tua kedua. Yang awalnya merasa sendiri, tapi pas dibilang gitu kayak rasanya plong,” ujarnya.

Di akhir siaran, Arumi menegaskan kembali bahwa pilihannya menjadi guru adalah keputusan yang ia jalani dengan mantap. Ia berharap kelak dapat menjadi pendidik yang bukan hanya mengajar, melainkan juga menguatkan, membimbing, dan menghadirkan rasa aman bagi murid-muridnya.

“Awalnya pengin jadi dokter, tapi setelah dipikir-pikir lagi pasien aja,” tuturnya.

Program Toserba Pro 2 Pontianak menutup siaran dengan pesan bahwa Hari Guru merupakan momentum menyoroti perjalanan para pendidik, termasuk mereka yang tengah mempersiapkan diri seperti Arumi.

Baca juga: Anak Muda dan Tantangan Etika Digital

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....