Forum Anak Siantan Hilir Belajar Inklusi Ciptakan Ruang Aman Bagi Disabilitas
- 22 Agt 2026 20:44 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Forum Anak Kelurahan Siantan Hilir mendorong generasi muda untuk turut menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi penyandang disabilitas. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Forum Anak Kelurahan Siantan Hilir yang mengangkat tema “Speak Up, Create More, Make an Impact” di Aula Kecamatan Pontianak Utara, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Kegiatan rutin yang diselenggarakan Kelurahan Siantan Hilir bekerja sama dengan Forum Anak Kota Pontianak dan pendamping Forum Anak Siantan Hilir tersebut diikuti sekitar 25 anggota Forum Anak Siantan Hilir berusia 13 hingga 18 tahun.
Kegiatan menghadirkan tiga materi yang berkaitan dengan pengembangan kapasitas anak dan remaja, yakni kreativitas konten, komunikasi efektif dan digital marketing, serta edukasi mengenai inklusi dan disabilitas.
Materi tentang inklusi diberikan sebagai bagian dari upaya Kelurahan Siantan Hilir menumbuhkan kesadaran generasi muda bahwa anak dan remaja juga memiliki peran dalam menciptakan ruang aman bagi penyandang disabilitas di Kota Pontianak.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami kondisi penyandang disabilitas yang masih menghadapi berbagai kerentanan, termasuk kekerasan, kriminalitas, stigma, diskriminasi, hingga perundungan. Peserta kemudian diperkenalkan dengan berbagai ragam disabilitas, di antaranya teman tuli, tunanetra, daksa, cerebral palsy, disabilitas intelektual, dan autisme.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai bagaimana seharusnya bersikap dan berinteraksi dengan penyandang disabilitas. Edukasi tersebut menekankan pentingnya membangun empati dan penerimaan agar penyandang disabilitas dapat merasa aman, dihargai, dan memiliki kesempatan yang setara di lingkungan mereka.
Suasana kegiatan menjadi makin ceria ketika peserta mendapatkan kesempatan belajar bahasa isyarat secara langsung bersama teman tuli dari Maktab Tuli As-Sami. Para peserta diajak mempraktikkan bahasa isyarat sederhana untuk memperkenalkan diri dan menyebutkan nama.
Antusiasme peserta semakin terlihat ketika mereka diajak menyanyikan lagu “Laskar Pelangi” bersama-sama menggunakan bahasa isyarat. Momen tersebut menjadi salah satu pengalaman yang memberikan gambaran bahwa komunikasi dan kebersamaan tetap dapat dibangun meskipun terdapat perbedaan cara berkomunikasi.
Di penghujung kegiatan, M. Fakhrul Maulana, pemateri sekaligus Ketua Yayasan Bhakti Arumi Delangga Maktab Tuli As-Sami, mengajak seluruh peserta dan tamu yang hadir untuk membuat komitmen inklusi.
Setiap peserta diberikan selembar kertas untuk menuliskan janji sederhana yang akan mereka lakukan dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif. Kertas tersebut kemudian ditempelkan pada “Pohon Inklusi” yang telah disiapkan panitia.
Beragam komitmen dituliskan peserta, mulai dari berjanji mau berteman dengan penyandang disabilitas, bermain bersama, berbagi makanan, tidak mengejek, hingga keinginan untuk mempelajari bahasa isyarat.
Salah seorang peserta mengaku senang dan bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan sebelumnya belum memahami tentang disabilitas dan merasa bingung ketika harus berinteraksi dengan orang yang memiliki kondisi berbeda.
“Saya belum tahu tentang disabilitas sebelumnya. Bahkan saya bingung kalau bertemu orang yang berbeda dengan saya. Tapi setelah tahu materi ini, saya tahu bahwa mereka juga sama seperti saya. Ke depan saya mau main dengan mereka, dan saya juga mau belajar bahasa isyarat biar bisa ngomong dengan mereka,” katanya.
Mewakili Lurah Siantan Hilir, Sekretaris Kelurahan Siantan Hilir Miftah Fauzan Abdul Ghani, S.STP, mengatakan pengetahuan mengenai inklusi dan disabilitas penting untuk terus disebarluaskan kepada berbagai pihak.
“Pengetahuan tentang inklusi dan disabilitas ini penting untuk disebarkan kepada semua pihak agar tujuan Pontianak ramah inklusi dan ramah disabilitas bisa semakin cepat terwujud,” ujarnya.
Menurutnya, upaya menciptakan lingkungan inklusif tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu. Anak-anak dan remaja juga dapat mengambil bagian melalui tindakan sederhana di lingkungan sehari-hari.
“Kami berusaha mengajak sebanyak-banyaknya pihak di wilayah Kelurahan Siantan Hilir untuk membantu mewujudkan ruang aman dan inklusif bagi semua. Termasuk mengabarkan bahwa anak-anak dan remaja juga bisa berperan dan berkontribusi untuk memberikan ruang aman bagi teman disabilitas,” tambahnya.
Kelurahan Siantan Hilir berharap tumbuhnya semangat inklusi di kalangan Forum Anak Siantan Hilir dapat melahirkan berbagai gerakan dan solusi nyata di lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Forum Anak Siantan Hilir tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai disabilitas, tetapi juga diajak melihat bahwa perubahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti tidak perundungan , mau berteman, bermain bersama, berbagi, serta berusaha memahami cara berkomunikasi yang berbeda.
Pada akhirnya, ruang yang aman bagi penyandang disabilitas tidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar. Ia dapat dimulai dari keberanian seorang anak untuk berkata, “Saya mau berteman dengan mereka.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....