Anak Muda di Pusaran Dampak Media Sosial
- 24 Nov 2025 17:03 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Program siaran RRI Pro 2 Pontianak kembali mengangkat tema yang erat dengan kehidupan generasi muda, yaitu dampak media sosial di era digital. Penyiar Erna memandu obrolan bersama dua narasumber yang merupakan anggota Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) IAIN Pontianak, Muhammad Marno dan Jaini Furadi, yang memberikan pandangan mengenai bagaimana media sosial memengaruhi perilaku dan pola pikir anak muda masa kini.
Dalam program obrolan komunitas Jaga Malam di studio Pro 2 RRI Pontainak pada Rabu (12/11/2025) lalu, Marno menjelaskan bahwa media sosial adalah sebagai hiburan serta sumber informasi yang mudah diakses.
“Saya memanfaatkan media sosial tuh selain sebagai hiburan, juga sebagai media pembelajaran. Karena di medsos tuh informasinya lebih gampang untuk didapatkan, Kak,” tuturnya.
Penggunaan media sosial yang tinggi di kalangan remaja juga menjadi perhatian para narasumber. Mereka menuturkan bahwa platform digital memberikan manfaat sekaligus risiko. Misalnya, penyebaran informasi semakin cepat, tetapi juga membuka peluang terjadinya cyber bullying dan paparan konten yang tidak sesuai usia.
"Media sosial ini sebenarnya berdampak positif dan juga banyak dampak negatifnya. Salah satunya tuh dampak positifnya adalah penyebaran informasi yang cepat. Tapi media sosial itu dapat menjadi tempat yang sangat menyeramkan di mana adanya terjadi kekerasan berupa cyber bullying,” kata Marno.
Selain itu, peran orang tua dalam mengawasi anak saat menggunakan media sosial turut disinggung. Kurangnya pendampingan sering kali membuat anak menerima informasi mentah-mentah tanpa proses penyaringan. Hal ini berpotensi membentuk pemahaman yang keliru dan memengaruhi perkembangan karakter mereka.
Sejalan dengan hal tersebut, Jaini menegaskan pentingnya keterlibatan keluarga. “Media sosial tuh tergantung bagaimana bentuk pengawasan terhadap anak, khususnya dari orang tuanya. Kadang juga orang tua tuh seakan membiarkan tanpa mengawasi secara langsung, jadi anak menerima informasi tanpa filter,” katanya.
Kedua narasumber juga menilai bahwa tekanan standar sosial di media, terutama di TikTok dan platform sejenis, dapat memengaruhi kepercayaan diri anak muda. Jika tidak dibarengi literasi digital yang baik, media sosial dapat membentuk persepsi keliru mengenai pencapaian dan gaya hidup.
Sebagai penutup, Jaini Furadi menekankan perlunya integritas dalam menyikapi konten digital. “Kita sebagai pengguna media sosial harus memiliki integritas diri. Jangan sampai apa yang kita lihat menjadi suatu hal yang bahkan kita tidak pahami, kemudian kita terima begitu saja. Itu menjadi suatu masalah,” ucapnya.
Baca juga: Pemuda Jadi Penggerak Utama Kesiapsiagaan Bencana
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....