Istiqamah Shalat, Jangan Lewatkan Keutamaannya

  • 15 Sep 2026 06:49 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Shalat merupakan ibadah utama yang memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam. Selain menjadi kewajiban, shalat juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan, serta memanjatkan doa. Hal tersebut disampaikan Ustadzah Hj. Hendon Usman dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Pontianak, Sabtu, 12 September 2026. Dalam dialog tersebut, Ustadzah membahas sejumlah keutamaan Shalat berdasarkan Al-Qur'an dan hadist.

Ustadzah Hendon menjelaskan, salah satu keutamaan Shalat adalah menjadi sarana memohon ampunan atas kesalahan yang dilakukan. Ia mengingatkan umat Islam untuk memperhatikan kesempurnaan Wudhu dan Shalat serta menghadirkan kekhusyukan ketika beribadah.

“Barang siapa yang berwudhu dengan sempurna lalu Shalat dua atau empat rakaat dengan khusyuk, baik fardu maupun sunah, dan ia ingin dosanya diampuni oleh Allah SWT, maka Allah akan mengampuninya,” ujar Ustadzah Hendon.

Ia juga mengajak umat untuk senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT dalam berdoa. Menurutnya, umat tidak seharusnya merasa putus asa ketika doa yang dipanjatkan belum mendapatkan jawaban sesuai dengan harapan.

“Jangan merasa doa kita tidak pernah dikabulkan oleh Allah. Kita harus berhusnuzan, berprasangka baik kepada Allah bahwa doa-doa yang kita panjatkan pasti akan dikabulkan,” katanya.

Menurut Ustadzah Hendon, terkabulnya doa dapat berlangsung dengan cara dan waktu yang berbeda. Karena itu, umat dianjurkan untuk tetap berdoa dan tidak berhenti berharap kepada Allah SWT. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga Shalat lima waktu. Shalat disebut sebagai salah satu amalan yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang muslim dan menjadi bagian yang harus dipertanggungjawabkan di akhirat.

“Berbahagialah bagi orang-orang yang tidak mau meninggalkan Shalatnya. Jangan sampai kita bermalas-malasan untuk tidak mengerjakan Shalat,” tuturnya.

Menjawab pertanyaan pendengar mengenai tempat Shalat bagi perempuan, Ustadzah Hendon menjelaskan bahwa perempuan dapat melaksanakan Shalat di masjid selama kondisi perjalanan dan lingkungan sekitarnya aman.

Menurutnya, apabila seorang perempuan merasa aman untuk pergi ke masjid dan memiliki tujuan untuk melaksanakan ibadah serta memperoleh ilmu melalui kajian, maka hal tersebut diperbolehkan.

“Perempuan boleh pergi Shalat ke masjid asalkan dia aman. Kalau dia merasa tidak aman dalam perjalanan menuju masjid, maka lebih baik dia Shalat di rumah,” jelasnya.

Ia menambahkan, baik laki-laki maupun perempuan memiliki kewajiban untuk menjaga Shalat. Pilihan tempat pelaksanaan Shalat dapat mempertimbangkan kondisi, keamanan, serta kemanfaatan yang diperoleh. Sementara itu, terkait pertanyaan mengenai wudhu sebelum pergi ke masjid, Ustadzah Hendon menyampaikan bahwa Wudhu tidak harus dilakukan di masjid atau musala.

Seseorang dapat berwudhu dari rumah sebelum berangkat ke masjid. Apabila Wudhunya tidak batal selama perjalanan, maka tidak perlu mengulang Wudhu ketika telah sampai di masjid.

“Berwudhu di mana saja boleh. Tidak mesti kita harus pergi ke masjid lalu berWudhu di masjid atau di surau,” katanya.

Ia bahkan menganjurkan umat untuk senantiasa menjaga Wudhu, tidak hanya ketika hendak Shalat, tetapi juga untuk mendukung ibadah lainnya seperti membaca Al-Qur'an, berzikir, maupun ketika hendak tidur.

Dalam dialog tersebut, Ustadzah Hendon juga menjawab pertanyaan pendengar mengenai penggunaan sajadah yang tebal dan empuk. Ia menjelaskan, tidak ada larangan menggunakan sajadah dengan ukuran atau ketebalan tertentu selama sajadah tersebut bersih dan suci dari najis.

“Apakah bentuknya sajadah itu tipis, sedang, atau ada empuknya sedikit karena tebal, semuanya selama alat itu tidak ada najis dan bersih, maka boleh digunakan,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan sajadah tipis lebih berkaitan dengan kenyamanan saat bersujud. Sajadah yang terlalu empuk terkadang membuat dahi terasa kurang mantap ketika menyentuh tempat sujud. Menutup dialog, Ustadzah Hendon mengajak masyarakat untuk terus menjaga konsistensi dalam melaksanakan Shalat, baik Shalat wajib maupun Shalat sunah. Ia berharap pembahasan mengenai keutamaan Shalat dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas ibadah.

“Marilah para pendengar RRI, kita tetap istiqamah untuk selalu mengerjakan Shalat sampai akhir hayat kita,” pungkasnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....