Hambatan Ibadah Bukan karena Waktu, tapi Hati yang Lalai

  • 21 Mei 2026 16:29 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Rasa malas beribadah, menunda shalat, hingga sulit khusyuk ternyata menjadi persoalan yang banyak dialami masyarakat saat ini. Dalam tausiyah bertema “Hambatan dalam Beribadah”, di Program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Pontianak pada Selasa, 19 Mei 2026.

Ustadzah Hj. Kartini mengingatkan bahwa hambatan terbesar dalam ibadah bukan sekadar karena kesibukan, melainkan kondisi hati yang jauh dari Allah SWT. Menurutnya, salah satu penyebab utama seseorang merasa berat menjalankan ibadah adalah dosa dan maksiat yang menumpuk tanpa disadari.

“Dosa bertindak seperti rantai yang mengikat jiwa. Jika hati sudah tertutup noda, rasa manisnya iman akan hilang dan ibadah terasa berat,” ujar Ustadzah Kartini kepada host, Meiti.

Ia menjelaskan, setan juga memiliki cara halus untuk menjauhkan manusia dari ibadah, salah satunya dengan membisikkan kalimat “nanti saja”.

“Setan tidak selalu menggoda manusia untuk melakukan dosa besar. Tapi dia membuat kita menunda shalat, menunda sedekah, hingga menunda tobat,” katanya.

Selain itu, kecintaan berlebihan terhadap dunia juga disebut menjadi penghalang seseorang dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Banyak orang lebih takut kehilangan pekerjaan atau materi dibanding kehilangan waktu salat.

“Kita takut dinilai buruk oleh atasan, tapi tidak takut diabaikan oleh Allah,” tegasnya.

Dalam sesi interaktif bersama pendengar, Ustadzah Kartini juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus melatih diri dalam beribadah meskipun terasa berat di awal.

“Ibadah memang harus dipaksa di awal. Lama-kelamaan paksaan itu akan berubah menjadi kebiasaan, lalu menjadi kebutuhan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak istigfar dan doa agar hati tetap istiqamah dalam ketaatan.

“Kalau merasa berat beribadah, segera beristigfar. Bisa jadi ada dosa lisan, dosa mata, atau dosa hati yang membuat kita jauh dari ketaatan,” jelasnya.

Menanggapi pertanyaan pendengar tentang rasa malas shalat, Ustadzah Kartini mengajak masyarakat untuk lebih banyak mengingat nikmat Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.

“Napas yang kita hirup setiap detik itu juga nikmat Allah. Ketika kita sadar betapa banyak nikmat-Nya, maka shalat bukan lagi beban, tapi bentuk rasa syukur,” katanya.

Ia pun menegaskan bahwa aktivitas rumah tangga dan mengurus anak juga bernilai ibadah selama dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT.

“Senyum itu ibadah, apalagi mengurus anak dan rumah tangga. Semua bisa bernilai pahala jika diniatkan karena Allah,” tuturnya.

Di akhir tausiyah, Ustadzah Kartini mengajak masyarakat untuk melawan hawa nafsu dan tidak terus menunda ibadah.

“Jangan sampai kata ‘nanti saja’ membuat kita terlambat menyesal. Kita tidak tahu sampai kapan usia yang Allah berikan,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....