Kemarau Panjang, Saatnya Kita Berkaca dan Kembali kepada Allah

  • 01 Sep 2026 10:29 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak: Hamiddurahman penyuluh agama Islam Kota Pontianak< Kalimantan Barat dalam acara Hikmah pagi Selasa, 1 September 2026 mengingatkan bahwa kemarau panjang bukan sekadar tentang tanah yang mengering dan sungai yang menyusut, melainkan juga sebuah kesempatan untuk merenungkan keadaan hati. Di tengah panas yang menyengat, kita diajak berhenti sejenak dan bertanya, sudah sedekat apa kita kepada Allah?

Alam memiliki caranya sendiri untuk mengingatkan manusia bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Ketika hujan tertahan dan air menjadi sulit, kita disadarkan bahwa manusia sejatinya lemah dan sangat bergantung kepada pertolongan Allah.

Kemarau juga dapat menjadi momentum untuk introspeksi diri atas segala ucapan, perbuatan, dan kelalaian yang pernah kita lakukan. Bukan berarti setiap musibah harus langsung dianggap sebagai hukuman, tetapi setiap keadaan dapat menjadi jalan untuk memperbaiki diri dan memperbanyak istighfar.

Saat langit belum menurunkan hujan, mungkin sudah waktunya kita lebih sering menengadahkan tangan dalam doa. Bukan hanya meminta turunnya air dari langit, tetapi juga memohon agar Allah menurunkan ketenangan, keberkahan, dan rahmat ke dalam kehidupan kita.

Kekeringan mengajarkan bahwa sesuatu yang selama ini dianggap biasa ternyata merupakan nikmat yang sangat besar. Seteguk air, udara yang sejuk, tanaman yang tumbuh, dan hujan yang turun adalah karunia Allah yang sering baru kita sadari nilainya ketika semuanya mulai berkurang.

Introspeksi bukan sekadar menyalahkan diri sendiri, melainkan keberanian untuk mengakui kekurangan dan memperbaiki langkah. Mari kembali menata salat, memperbanyak zikir, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta meninggalkan kebiasaan yang menjauhkan hati dari Allah.

Semoga kemarau panjang menjadi pengingat yang melembutkan hati, bukan sekadar musim yang kita keluhkan setiap hari. Ketika kita kembali kepada Allah dengan sungguh-sungguh, semoga Dia menghadirkan hujan rahmat, menghidupkan bumi, dan menyuburkan kembali hati-hati yang sempat kering.

Baca juga: 6.169 Hotspot Terdeteksi di Kalbar, Kabut Asap Masih Menyelimuti

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....