Sehat dan Waktu Luang, Dua Nikmat Allah yang Sering Terlupakan

  • 24 Apr 2026 15:57 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Seringkali kita sebagai umat Islam luput menyadari bahwa setiap hari yang dijalani ini merupakan limpahan nikmat. Ibadah selain bersabar saat menghadapi ujian Allah, bersyukur ketika menerima nikmat pun merupakan bagian utuh dari ibadah kepada Allah.

Begitu pula nikmat sehat dan waktu luang, yang terkadang dua nikmat ini sering terlupakan seiring dengan padatnya rutinitas. “Hal-hal yang terasa biasa, misalnya tubuh kita yang sehat untuk beraktivitas atau sekedar udara segar yang kita hirup di pagi hari, pada hakekatnya merupakan karunia yang sangat luar biasa,” ujar ustadz Wahyu Fitrahadi, S.Pd.I saat Hikmah Pagi di RRI Pro 4 Pontianak, Jum’at, 24 April 2026.

Wahyu menyampaikan bahwa melalui Al-Quran, Allah mengingatkan bahwa begitu banyak nikmat yang diberikan pada hamba-Nya. “Allah SWT berfirman: kata Allah jika kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak akan mampu. Sesungguhnya Allah benar-benar maha pengampun lagi maha penyayang. Itu dinyatakan Allah dalam Qur’an surah an-Nahl ayat 18,” ucapnya.

Pada ayat tersebut, umat belajar bahwa rasa syukur pun sejatinya tak akan pernah benar-benar sempurna. Ia mencontohkan bahwa tubuh yang seseorang gunakan setiap hari tersusun dari begitu banyak organ dengan sistem yang rumit.

“Namun, semuanya organ bekerja selaras tanpa kita sadari jantung berdetak, paru-paru bernafas, mata melihat, semuanya berjalan atas izin dan kuasa Allah,” katanya, menjelaskan.

Betapa besar dan tak terhingga nikmat yang terhimpun dalam satu tubuh manusia. Tubuh yang sehat, seseorang bisa menjalani aktivitas, merasa kuat dan seringkali lupa bahwa semua itu adalah anugerah dari Allah.

“Ketika satu saja bagian tubuh mengalami gangguan, maka seketika rasa tenang berubah menjadi rasa cemas. Kita pun rela melakukan apa saja bahkan mengorbankan harta demi kembali pada kondisi prima atau kondisi semula,” katanya lagi.

Saat itulah seseorang menyadari bahwa nikmat yang selama ini dianggap biasa ternyata sangat berharga. “Sebagaimana yang dijelaskan oleh Ayat tersebut bahwa kita tidak akan mampu untuk menghitung nikmat Allah,” ujarnya.

Sebagai umat Islam, hendaklah seseorang menggunakan nikmat yang Allah berikan untuk beribadah kepadanya. “Rasulullah SAW sejak 14 abad silam telah memberikan peringatan, bahwa banyak dari kita ini meremehkan dan tertipu oleh dua nikmat saat kita hidup di dunia. Kedua nikmat tersebut yaitu nikmat sehat dan waktu luang,” katanya, menambahkan.

Wahyu menyampaikan sabda Rasulullah dari Ibnu Abbas ra berkata: Dua nikmat yang banyak manusia tertipu karenanya yaitu nikmat sehat dan waktu luang hadis riwayat Bukhari. “Hadis ini menjadi pengingat lembut sekaligus teguran halus dari Rasulullah SAW jangan sampai kita terpedaya oleh nikmat dunia yang justru berasal dari Allah,” ujarnya.

Sejatinya kesehatan dan waktu luang, begitu dekat hingga sering dianggap biasa sampai pada akhirnya seseorang kehilangan keduanya. Sudah sepatutnya sebagai umat islam seseorang memanfaatkan dan mengisi nikmat tersebut dengan hal-hal yang bernilai.

Terakhir, ia mengajak untuk tidak meremehkan nikmat yang Allah anugerahkan. “Nikmat bukan sekedar dinikmati tetapi untuk dipertanggungjawabkan sebagaimana nikmat tersebut digunakan di jalan yang diridhoi dan dirahmati Allah,” katanya mengakhiri.

Baca juga: Gaya Hidup Sederhana di tengah Tren Konsumtif

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....