Menjaga Niat, Kunci Istiqamah Meraih Ridha Allah di Tahun Baru Hijriyah
- 04 Jul 2026 15:37 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Momentum Tahun Baru Hijriyah 1448 H menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperbarui sekaligus menjaga niat dalam setiap aktivitas agar senantiasa berorientasi pada meraih ridha Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan Ustadzah Cucu, S.Ag., M.Ag. dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Pontianak, Jumat, 3 Juli 2026.
Dalam dialog tersebut, Ustadzah Cucu menegaskan bahwa niat merupakan fondasi utama setiap amal. Menurutnya, banyak orang memulai sesuatu dengan niat yang baik, namun gagal mempertahankannya hingga akhir sehingga hasil yang diperoleh justru bertolak belakang dengan tujuan awal.
"Mengapa saya mengajak membahas menjaga niat? Karena banyak yang memulai dengan niat baik, tetapi di akhir perjalanannya justru tidak sesuai, bahkan berakhir menyakitkan. Salah satu penyebabnya adalah tidak menjaga niat," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa niat adalah kehendak, tujuan, sekaligus rencana yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Dalam kehidupan seorang muslim, niat harus selalu diarahkan untuk memperoleh ridha Allah dan kebahagiaan dunia maupun akhirat.
Menurutnya, niat yang baik tidak cukup hanya diucapkan atau direncanakan, tetapi harus dijaga dan dikawal agar tetap lurus ketika menghadapi berbagai ujian kehidupan. "Niat tidak akan ada artinya kalau tidak dijalankan. Dalam kondisi apa pun, niat itu harus tetap hidup di dalam hati dan diwujudkan dalam tindakan sesuai dengan kehendak Allah," katanya.
Sebagai contoh, ia menyinggung pentingnya mendahulukan perintah Allah ketika waktu salat telah tiba meskipun sedang disibukkan dengan pekerjaan atau aktivitas lainnya. Baginya, menjaga niat berarti tetap memilih ketaatan kepada Allah di atas kepentingan duniawi.
| Baca juga: Waktu adalah Amanah Berharga |
Dalam tausiyahnya, Ustadzah Cucu juga mengangkat keteladanan Siti Hajar yang tetap tunduk kepada perintah Allah ketika ditinggalkan Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Nabi Ismail AS, di padang tandus.
"Ketika beliau mengetahui bahwa itu adalah perintah Allah, beliau tidak berontak. Beliau yakin bahwa setiap perintah Allah pasti mengandung kebaikan. Itulah contoh menjaga niat dan ketundukan kepada Allah," ucapnya.
Ia menambahkan, niat menjadi pembeda antara aktivitas biasa dengan ibadah. Bahkan aktivitas sederhana seperti makan dapat bernilai ibadah apabila diniatkan untuk menjaga kesehatan agar mampu beribadah serta dilakukan dengan memperhatikan kehalalan, kebaikan, dan tidak berlebihan.
Menutup dialog, Ustadzah Cucu mengajak generasi muda memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana memperdalam ilmu agama, terutama mempelajari Al-Qur'an.
"Jangan tinggalkan Al-Qur'an. Bukan hanya dibaca, tetapi dipelajari dan dipahami. Al-Qur'an adalah petunjuk, rahmat, sekaligus obat bagi kehidupan manusia. Dengan memahami Al-Qur'an, insyaallah Allah akan memberikan pertolongan untuk istiqamah menjalankan ketentuan-Nya," katanya. .
Ia berharap Tahun Baru Hijriyah menjadi momentum memperbarui niat, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kualitas ibadah sehingga setiap langkah kehidupan senantiasa bernilai ibadah dan mendapat ridha Allah SWT.
Baca juga: Edukasi Gender Jadi Kunci Ciptakan Ruang Aman Generasi Muda
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....