Surplus Dua Kali Lipat, Kabupaten Sambas Kukuhkan Diri Jadi Lumbung Pangan Kalbar

  • 30 Jun 2026 14:30 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Sambas - Di tengah bayang-bayang krisis pangan global akibat dinamika geopolitik dunia, Kabupaten Sambas justru tampil gagah sebagai lumbung pangan andalan. Tidak main-main, dengan 70 hingga 80 persen penduduknya yang berprofesi sebagai petani, produksi beras di ujung utara Kalimantan Barat ini sukses melampaui dua kali lipat dari total kebutuhan daerahnya.

Pencapaian membanggakan tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Apriadi, SP., MM., dalam program dialog "Sambas Menyapa" di RRI Pro 1 Sambas, Rabu, 24 Juni 2026. Mengangkat tema Swasembada Pangan di Kabupaten Sambas, Apriadi membeberkan tingginya angka produktivitas pertanian di wilayahnya.

"Luas lahan baku sawah kita mencapai 45 ribu hektare. Pada tahun 2025 lalu, produksi beras kita sukses mencapai 120 ribu ton, padahal kebutuhan masyarakat Sambas per tahun hanya sekitar 60 ribu ton. Surplus lebih dari 50 persen inilah yang kita gunakan untuk menyuplai 25 persen kebutuhan beras di Provinsi Kalimantan Barat, seperti ke Singkawang, Kubu Raya, Pontianak, hingga Sintang," ujar Apriadi kepada host Wahyu Putra.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Apriadi, SP., MM., dalam program dialog "Sambas Menyapa" di RRI Pro 1 Sambas, Rabu, 24 Juni 2026.

Apriadi menjelaskan, tingginya angka produksi ini sejalan dengan program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo. Geliat petani pun makin dipacu dengan harga gabah di lapangan yang menembus Rp7.000 hingga Rp7.200 per kilogram, jauh melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500.

Meski begitu, Apriadi tak menampik masih adanya tantangan di lapangan, terutama terkait akses pupuk bersubsidi dan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar untuk operasional Alat Mesin Pertanian (Alsintan). Untuk urusan pupuk, ia mengingatkan syarat mutlak yang sering kali diabaikan oleh para petani.

"Pemerintah pusat sudah mengalokasikan pupuk bersubsidi, namun kuncinya bapak-ibu harus bergabung ke dalam Kelompok Tani (Poktan) agar terdaftar di sistem e-RDKK dan Simluhtan. Bagi yang kesulitan BBM untuk alsintan, dinas juga siap memberikan surat rekomendasi melalui aplikasi X-Star milik BPH Migas agar bisa diakses di SPBU," katanya memberikan solusi nyata.

Guna menjaga regenerasi, Pemkab Sambas kini telah membentuk unit "Brigade Pangan" yang diisi oleh 15 pemuda milenial. Di akhir perbincangan, Apriadi menargetkan kebiasaan tanam masyarakat dapat meningkat menjadi tiga kali dalam setahun (Indeks Pertanaman 300) menggunakan varietas benih unggul berumur 100 hari panen.

"Kalau petani menanam benih umur pendek dan bisa panen tiga kali setahun, dengan asumsi hasil 3 ton per hektare di harga Rp6.500 saja, pendapatan bersih mereka per bulan bisa setara tiga juta rupiah. Kesejahteraan petani kita pasti akan sangat meningkat," ucap Apriadi memotivasi para petani Sambas.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Apriadi, SP., MM., (Kanan) bersama Penyiar RRI SP Sambas, Wahyu Putra, Rabu, 24 Juni 2026.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Baca juga: Suara Tapak Legenda Angkat folklor Sambas lewat Peta Digital Interaktif

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....