BGN Siapkan Lebih dari 700 Titik SPPG 3T di Kalbar
- 03 Jun 2026 15:29 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat hingga kini terus berjalan, Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Kalimantan Barat, Agus Kurniawi menjelaskan mengenai capaian infrastruktur penunjang. Agus memaparkan perkembangan pembentukan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di wilayah Kalimantan Barat yang saat ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu wilayah aglomerasi dan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Untuk wilayah aglomerasi yang saat ini sudah berjalan, tercatat ada 510 SPPG yang telah mengantongi Surat Keputusan (Skep), meski belum seluruhnya beroperasi penuh. Sementara itu, untuk menyisir wilayah pelosok, BGN Kalbar tengah mempersiapkan operasional SPPG khusus 3T. Pihaknya mencatat ada sekitar 710 hingga 720 titik SPPG 3T yang telah diajukan di luar wilayah aglomerasi. Beberapa infrastruktur fisik bahkan sudah mulai dibangun di daerah terpencil.
"Untuk SPPG 3T sudah banyak yang terbentuk seperti di Pulau Maya, Karimata, bahkan Serawai dan Ambalau itu sudah ada pembangunan di sana. Hanya saja kami masih menunggu proses appraisal setelah pembangunan selesai, baru dikeluarkan Skep operasionalnya," ungkap Agus usai dialog daerah bahas tentang MBG di Universitas OSO Pontianak bersama mahasiswa pada Selasa, 2 Juni 2026.
Menunggu Instruksi Pusat dan Mekanisme Khusus Wilayah Terpencil
Hingga saat ini, kata Agus, SPPG khusus 3T di Kalimantan Barat memang belum ada yang beroperasi secara resmi karena masih dalam proses administratif dan menunggu komando dari pusat. Hal ini dikarenakan kebijakan pelaksanaan SPPG 3T baru dimulai secara serentak di seluruh Indonesia.
"Mereka ada yang baru masuk Skep, masih menunggu virtual account, menunggu dana masuk, dan pastinya menunggu instruksi operasional," tambah Agus.
| Baca juga: BKKBN Kalbar Kawal Ketat MBG Sasaran 3B |
Kendati demikian, Agus menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan asas keadilan pemenuhan gizi merata hingga ke ujung daerah. BGN menerapkan aturan ketat di mana satu unit SPPG wajib dibangun di sebuah wilayah terpencil jika wilayah tersebut tidak terjangkau oleh SPPG lain bahkan jika di daerah tersebut hanya dihuni oleh sedikit siswa.
"Jika di suatu wilayah terpencil mau dia hanya ada 10 siswa, atau bahkan tidak ada kategori anak sekolah tetapi di sana ada balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dan tidak bisa dijangkau oleh SPPG lain, maka wajib dibangun satu SPPG di sana," tegas Agus.
Angka 700-an titik SPPG 3T di Kalbar ini pun bersifat dinamis. Jumlah tersebut dipastikan bisa bertambah berdasarkan pemetaan di lapangan. Jika Satgas di tingkat kabupaten/kota menemukan ada wilayah yang memiliki penerima manfaat namun belum terjangkau program MBG, mereka diwajibkan untuk mengajukan penambahan titik SPPG baru.
Baca juga: Dialog Daerah Tentang Program Makan Bergizi Gratis
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....