Media Sosial Bisa Jadi Sarana Dakwah hingga Pemicu Keretakan Rumah Tangga

  • 21 Mei 2026 16:43 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Media sosial saat ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Namun di balik kemudahan komunikasi dan akses informasi, media sosial juga membawa dampak positif maupun negatif terhadap kehidupan nyata. Hal itu disampaikan Ustadz Sulaiman dalam program Mutiara Pagi di RRI Pro 1 Pontianak dengan tema “Pengaruh Media Sosial terhadap Kehidupan Nyata”, Rabu, 20 Mei 2026. Dalam tausiyahnya, Ustadz Sulaiman menjelaskan bahwa media sosial dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi dan mempermudah dakwah Islam di era digital.

“Media sosial menjadi salah satu bentuk mempermudah kita untuk berkomunikasi atau bersilaturahmi sehingga media sosial berdampak positif terhadap kehidupan nyata,” ujarnya.

Menurutnya, dakwah saat ini tidak lagi harus dilakukan secara tatap muka atau mengumpulkan banyak orang dalam satu majelis. Dengan media sosial, seseorang sudah bisa menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat luas.

“Dakwah itu cukup kita menyampaikan sesuatu. Mengikuti atau tidaknya terserah orang yang mendengarkan,” katanya.

Selain itu, media sosial juga dinilai membuka peluang ekonomi baru. Ia mencontohkan banyak masyarakat kini memperoleh penghasilan melalui promosi digital, konten kreatif, hingga siaran langsung di berbagai platform media sosial.

Namun demikian, Ustadz Sulaiman mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial karena dampak negatifnya juga cukup besar. Salah satunya adalah menurunnya interaksi sosial secara langsung akibat kecanduan gawai.

“Ketika seseorang sudah candu terhadap media sosial, dia lupa berinteraksi dengan orang di sekitarnya,” jelasnya.

Ia juga menyoroti maraknya penyebaran hoaks dan fitnah di media sosial yang dapat memecah belah masyarakat. Karena itu, masyarakat diminta selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

“Kalau ada seseorang membawa berita, maka telitilah kebenarannya agar kita tidak mengikuti orang-orang yang salah,” tegasnya.

Dalam sesi tanya jawab, Ustadz Sulaiman juga membahas fenomena flexing atau pamer kehidupan di media sosial yang kerap memicu rasa iri dan minder pada sebagian orang. Ia mengajak masyarakat untuk lebih banyak bersyukur atas apa yang dimiliki.

“Apa yang kita miliki hari ini mungkin adalah harapan jutaan orang di luar sana,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menyinggung dampak media sosial terhadap rumah tangga dan anak-anak. Menurutnya, kurangnya komunikasi dalam keluarga sering menjadi penyebab munculnya perselingkuhan hingga konflik rumah tangga akibat media sosial.

“Kalau ingin rumah tangga tetap terjaga, maka komunikasi antara suami dan istri harus diperkuat,” katanya.

Di akhir tausiyahnya, Ustadz Sulaiman mengingatkan bahwa media sosial hanyalah alat, sedangkan baik buruk dampaknya bergantung pada cara pengguna memanfaatkannya.

“Media sosial memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan nyata. Karena itu, kita harus bijak menggunakannya sesuai nilai moral dan ajaran agama,” pungkasnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....