Ghibah, Perbuatan yang Dibenci Allah SWT
- 18 Mei 2026 07:24 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Salah satu perbuatan yang sangat di benci Allah adalah perbuatan ghibah. Dampak dari perilaku ghibah adalah akan mendapatkan dosa yang besar disisi Allah SWT.
“Dalam islam, Allah sangat melarang seorang muslim untuk melakukan perbuatan ghibah ini, karena dosa ghibah ini sangat besar dan merupakan perbuatan yang di haramkan oleh Allah SWT,”ujar Ustadz Muhammad Yusnaini, S.Sy saat “Hikmah Pagi” di Pro 4 RRI Pontianak Senin, 18 Mei 2026.
Bahkan dosa ghibah ini diibaratkan seeorang memakan daging saudaranya yang sudah mati. Tentunya ini sangat menjijikkan. “Maka sebagai orang yang beriman, sebagai hamba Allah senantiasa menjauhi perbuatan ghibah karena bisa mendapatkan murka Allah,”ujarnya.
Ghibah bermakna membicarakan keburukan atau kekurangan orang lain dibelakang mereka. Artinya seseorang membicarakan keburukan orang lain, disaat orang tersebut tidak ada dihadapannya.
Ghibah atau gosip dianggap perilaku yang lumrah atau wajar dilakukan. Padahal jika seseorang mengetahui dosa yang didapatkan dari perbuatan tersebut, tentunya tidak akan dilakukannya.
“Setiap ada perkumpulan atau pertemuan pasti diselipi ghibah, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Sudah semestinya kita untuk menjaga diri dari perbuatan ghibah. Jangan sampai seseorang terjerumus dari perbuatan dosa ghibah ini,”ujarnya.
Yusnaini menambahkan bahwa selain pelakunya yang mendapatkan dosa, orang yang mendengarkan perkataan ghibah juga akan mendapatkan dosa. “Perilaku ghibah akan mendapatkan dosa yang besar disisi Allah, di akhirat kelak akan kehilangan pahala amal sholehnya yang telah dikerjakannya selama di dunia,”ujarnya.
Menurutnya, perbuatan ghibah dapat mentransfer pahala seseorang kepada orang yang dighibahkannya. Jangan sampai ibadah yang seseorang lakukan di dunia ini sia-sia karena dosa ghibah.
Jika seseorang terlanjur melakukan dosa ghibah, sebaiknya segera bertaubat. Agar kelak orang yang berghibah tidak dimintai pertanggung jawaban oleh orang yang seseorang ghibahi. “Beberapa cara bertaubat, yakni memohon ampunan Allah, meminta maaf, minta ridhonya kepada orang yang kita ghibahi,”ujarnya.
Ia mengajak senantiasa menjaga lisan agar berkata- kata yang baik dan mengandung hikmah agar orang yang mendengarkannya menjadi senang. Dengan demikian tali persaudaraan sesama muslim tetap terjaga.
“Jangan sampai kita mengeluarkan kata-kata buruk dan menjadikan ghibah menjadi sesuatu yang wajar dan biasa. Maka kita harus memohon kepada Allah agar dibimbing menjauhi perbuatan ghibah,”katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....