Kepemimpinan Perempuan di tengah Realita
- 23 Apr 2026 01:25 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Momentum Hari Kartini dimanfaatkan sebagai ruang refleksi sekaligus inspirasi dalam program NGOPI (Ngobrolin Prestasi dan Informasi) yang disiarkan langsung dari Studio Pro 2 RRI Pontianak, Selasa 21 April 2026. Mengangkat tema kepemimpinan perempuan di era modern, dialog ini menghadirkan Kepala Bappedalitbang Kabupaten Kubu Raya, Rini Kurnia Solihat, yang berbagi perjalanan karier dan perspektifnya tentang perempuan dalam posisi strategis.
Dalam obrolan santai yang juga disiarkan live di kanal YouTube Pro 2 Pontianak tersebut, Rini mengisahkan perjalanan panjangnya di dunia birokrasi. Ia memulai karier sejak menempuh pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri, yang sebelumnya dikenal sebagai STPDN, hingga akhirnya dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai kepala badan di Kabupaten Kubu Raya pada awal 2026.
Menurutnya, menjadi perempuan dalam dunia kerja, apalagi sebagai pemimpin, bukan tanpa tantangan. Ia melihat adanya peran ganda yang hampir selalu melekat pada perempuan, terutama bagi mereka yang telah berkeluarga. Selain menjalankan tugas profesional di kantor, perempuan juga dituntut untuk menjalankan peran domestik di rumah yang tidak mengenal batas waktu.
Rini menjelaskan, selain waktu dan energi, tantangan tersebut juga menyangkut beban pikiran dan mental. Ia menyebut, perempuan kerap berada dalam situasi dilematis antara tanggung jawab pekerjaan dan keluarga, yang pada akhirnya memunculkan “jebakan rasa bersalah” ketika merasa tidak maksimal di salah satu peran.
Lebih jauh, ia juga menyoroti adanya standar ganda yang masih dihadapi perempuan hingga saat ini. Dalam banyak kasus, perempuan yang fokus pada karier kerap dianggap mengabaikan keluarga, sementara ketika lebih memprioritaskan keluarga, mereka dinilai kurang profesional. Kondisi ini, menurutnya, tidak dialami secara setara oleh laki-laki.
Meski demikian, Rini melihat adanya perubahan positif dalam pola pikir masyarakat. Ia menilai, ruang bagi perempuan untuk berkembang kini semakin terbuka, seiring meningkatnya kesadaran tentang pentingnya kesetaraan kesempatan. Dukungan dari lingkungan terdekat, terutama keluarga dan pasangan, juga menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan perempuan.
Sebagai pemimpin, ia menekankan pentingnya peran teladan. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk kompeten secara teknis, tetapi juga mampu mengelola tim, membangun kolaborasi, dan menjadi contoh nyata dalam kedisiplinan serta tanggung jawab. Baginya, kepemimpinan adalah tentang bagaimana membawa tim mencapai tujuan bersama, layaknya nahkoda yang mengarahkan kapal menuju tujuan.
Menutup perbincangan, Rini mengajak perempuan untuk berani menemukan keseimbangan versi masing-masing dalam menjalani berbagai peran. Ia menegaskan bahwa kesempurnaan bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana perempuan mampu merasa utuh dan cukup dalam menjalani kehidupan, baik sebagai individu, profesional, maupun bagian dari keluarga dan masyarakat.
Baca juga: Perempuan Didorong Melek Hukum dan Berani Bersuara
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....