Ramadan Di Depan Mata, Persiapan Hati Ditekankan
- 10 Feb 2026 12:53 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam diingatkan untuk tidak hanya fokus pada kesiapan fisik dan rutinitas ibadah, tetapi juga pada kesiapan hati dan ilmu. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Hamidurrahman, S.Pd.I dalam program Hikmah Pagi Agama Islam yang disiarkan di Frekuensi 94.3 Mhz, RRI Pro 4 Pontianak, Selasa 10 Januari 2026.
Menurut Ustadz Hamidurrahman, Ramadhan bukan sekadar momentum menahan lapar dan haus, melainkan sarana untuk mencapai ketakwaan kepada Allah SWT. Ia menegaskan bahwa tidak semua orang diberi kesempatan bertemu dengan bulan penuh ampunan ini.
“Ramadhan adalah anugerah besar. Banyak di antara kita yang tahun lalu masih bersama, kini telah kembali kepada Allah," kata Hamidurrahman.
Ia menjelaskan, persiapan utama menyambut Ramadhan adalah membersihkan hati dari dosa, dendam, dan kebencian. Hati yang bersih, kata dia, akan lebih mudah menerima rahmat dan hidayah Allah SWT.
“Hati adalah tempat pandangan Allah. Jika hati bersih, maka Ramadhan akan benar-benar hidup dalam diri kita,” ujar Ustadz Hamidurrahman.
Selain kesiapan hati, ia juga menekankan pentingnya kesiapan ilmu agar ibadah tidak sia-sia. Menurutnya, ibadah tanpa ilmu dapat menyebabkan seseorang merasa telah beribadah dengan benar, padahal secara syariat belum tentu sah.
“Berapa banyak orang berpuasa, tapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan haus,” jelasnya mengutip sabda Rasulullah SAW.
Ustadz Hamidurrahman juga mengajak umat Islam untuk melatih diri sebelum Ramadhan dengan memperbanyak ibadah sunnah, seperti puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, dan memakmurkan masjid. Latihan ini penting agar tubuh dan jiwa terbiasa saat memasuki Ramadan.
“Seperti olahraga, ibadah juga perlu pemanasan agar hasilnya maksimal,” tutur Hamidurrahman.
Persiapan lainnya yang tidak kalah penting adalah memperbaiki hubungan sosial dengan saling memaafkan. Menurutnya, sulit mengharapkan ampunan Allah jika hati masih dipenuhi dendam terhadap sesama.
“Ramadhan adalah bulan ampunan, maka lapangkan hati, maafkan orang lain, dan mintalah maaf,” ucap Hamidurrahman.
Di akhir tausiyahnya, ia mengajak pendengar untuk menetapkan target ibadah selama Ramadhan agar bulan suci tidak berlalu begitu saja.
“Buat target dari sekarang, agar Ramadhan kita bermakna dan membawa perubahan hingga setelahnya," tutur Hamidurrahman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....