Merajut Kebersamaan Juru Bahasa Isyarat Melalui Temu JBI Nasional 2026
- 26 Mei 2026 10:35 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Jakarta - Selama tiga hari penuh dari tanggal 22 hingga 24 Mei, Hotel Grand Cemara Jakarta menjadi rumah bersama bagi para Juru Bahasa Isyarat (JBI) dari berbagai penjuru Indonesia. Itulah suasana Temu JBI Nasional 2026 , ajang bergengsi yang digelar oleh Asosiasi Juru Bahasa Isyarat Indonesia (AJBII) dengan tema "Merajut Rasa, Merawat Kebersamaan".
Salah satu peserta yang hadir adalah M. Fakhrul Maulana, aktivis inklusi asal Kota Pontianak, mengatkan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti forum nasional tersebut secara langsung. Kesempatan mengikuti kegiatan ini meninggalkan kesan yang mendalam baginya.
"Ini pengalaman pertama saya bisa mengikuti Temu JBI Nasional. Biasanya saya hanya melihat mereka dari media sosial saja. Bukan hanya bertemu dan menambah hubungan, tapi saya juga mendapat banyak ilmu soal JBI, standar profesi, hingga pengalaman narasumber yang sudah tampil di konferensi Asia dan dunia," katanya, Selasa, 26 Mei 2026.
Sebanyak 15 peserta terdiri dari JBI aktif dan peninjau hadir mewakili berbagai daerah Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Kebumen, Bandung, hingga Jakarta. Keberagaman asal daerah ini justru menjadi kekuatan tersendiri bagi forum tersebut.
Yang menarik, sepanjang kegiatan berlangsung, seluruh peserta wajib berkomunikasi penuh menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia baik saat diskusi, tanya jawab, permainan, maupun percakapan santai sehari-hari. Sebuah komitmen yang tidak hanya simbolis, namun juga menjadi latihan nyata profesionalisme JBI.
Forum ini bukan sekedar ajang kumpul-kumpul. Materi yang disajikan oleh para narasumber senior terasa sangat menarik
Peserta diajak menyelami pembelajaran dari WASLI JEJU 2023 yang dibawakan oleh RN Jasmine (JBI Dengar) dan Siti Rodhiyah (JBI Tuli), dilanjutkan paparan soal WASLI Conference Malaysia 2025 oleh Abdul Azis dan Putri S. Hanitami. Tak ketinggalan, Analisis SWOT tentang tantangan kompetensi dan kondisi layanan JBI di wilayah Barat, Tengah, dan Timur Indonesia juga dibahas secara terbuka.
Sesi yang paling ditunggu adalah Sosialisasi Bedah SKKNI JBI standar kompetensi kerja nasional untuk profesi JBI yang disampaikan oleh Adhi Kusumo B (JBI Tuli) dan Adhika Irlang (JBI Dengar). Sesi ini membuka ruang diskusi jujur soal di mana posisi profesi JBI Indonesia saat ini, dan ke mana seharusnya melangkah.
Peserta diberi tugas yang tak biasa: menuliskan masalah nyata yang mereka hadapi di daerah masing-masing. Hasilnya menjadi bahan diskusi bersama yang mengungkap beragam tantangan lapangan yang selama ini jarang tersuarakan.
Tugas itu membuka mata Arul soal tantangan nyata yang dihadapi rekan-rekan JBI di berbagai daerah. “Semoga Temu JBI Nasional berikutnya bisa saya ikuti lagi, dan pesertanya semakin bertambah,” ucapnya.
Hari terakhir pun terasa hangat dan penuh makna. Masing-masing peserta menuliskan kesan dan ungkapan hati di selembar kertas kecil pesan untuk satu sama lain yang kemudian dilipat dan dimasukkan ke dalam toples kecil sebagai kenang-kenangan kebersamaan . Acara ditutup dengan sesi foto Bersama, refleksi kegiatan selama 3 hari .
Baca juga: Maktab Tuli As Sami Rayakan Tiga Tahun Dakwah Inklusif
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....