FKUB Kalbar Perkuat Mitigasi Kerukunan Lintas Agama
- 27 Jan 2026 12:08 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalbar terus memperkuat upaya mitigasi kerukunan lintas agama guna mencegah potensi konflik di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan pengurus FKUB Kalbar, Didi Darmadi saat menjadi narasumber dalam acara Moderasi Beragama di Pro 1 RRI Pontianak pada Selasa, 27 Januari 2026 pagi.
Didi menjelaskan, FKUB Kalimantan Barat (Kalbar) telah melakukan berbagai langkah strategis yang bersifat preventif dan berdampak langsung ke masyarakat. Salah satunya dengan mengaktifkan seluruh FKUB kabupaten/kota di Kalbar agar secara konsisten menyusun dan menjalankan program-program kerukunan di daerah masing-masing.
“FKUB tidak ingin hanya menjadi pemadam kebakaran ketika konflik sudah terjadi. Kami fokus pada upaya pencegahan melalui program-program yang terstruktur dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, FKUB juga mendorong keterlibatan generasi muda melalui pembuatan konten-konten digital bertema kerukunan dan moderasi beragama. Selain itu, revitalisasi kearifan lokal terus diperkuat sebagai karakter asli masyarakat Kalbar yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial.
Sebagai forum lintas agama yang melibatkan enam agama resmi, FKUB Kalbar rutin menggelar pertemuan dan diskusi bersama para tokoh agama. Forum tersebut menjadi wadah untuk saling bertukar informasi mengenai dinamika keagamaan, termasuk membahas persoalan aliran keagamaan yang berpotensi mengganggu kerukunan.
Didi menambahkan, FKUB Kalbar juga tergabung dalam forum koordinasi yang dipimpin oleh Kejaksaan Tinggi Kalbar. Forum ini secara rutin melakukan pertemuan bulanan untuk membahas berbagai isu aktual di masyarakat dan mencari solusi bersama sebelum berkembang menjadi konflik.
Selain itu, FKUB Kalbar aktif turun langsung ke masyarakat melalui program seperti Desa Sadar Kerukunan, Kampung Moderasi, serta kegiatan dialog lintas agama. Di Kabupaten Melawi, misalnya, FKUB pernah menggelar dialog langsung dengan masyarakat guna membangun komunikasi dan saling pengertian antarumat beragama.
Program terbaru yang dijalankan adalah silaturahmi lintas agama, di mana FKUB mengunjungi majelis-majelis agama, seperti Majelis Agama Katolik dan majelis agama lainnya, untuk berdialog langsung dengan pengurus dan umat.
“Tantangan kita cukup besar. Kalimantan Barat memiliki sejarah konflik berlatar belakang SARA dan merupakan daerah multikultural dengan beragam suku, agama, dan budaya. Ini menuntut kita untuk terus membangun dialog dan koordinasi yang intensif,” katanya.
Menghadapi tantangan era digital, FKUB Kalbar juga memaksimalkan pemanfaatan media sosial. Melalui website, Instagram, YouTube, dan Facebook, setiap kegiatan FKUB di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dipublikasikan sebagai bentuk edukasi dan transparansi kepada masyarakat.
Ia juga menyoroti kerentanan generasi muda terhadap paparan paham radikalisme di era digital. Karena itu, FKUB Kalbar mengajak anak muda untuk aktif memproduksi konten positif yang mengedepankan nilai kerukunan.
Sebagai inovasi, FKUB Kalbar membuat Podcast yang menghadirkan tokoh-tokoh agama untuk berbagi pemikiran dan pengalaman. Podcast ini disebarluaskan melalui YouTube dan berbagai platform media sosial FKUB. Harapannya, anak-anak muda bisa belajar langsung dari para tokoh agama, sehingga nilai moderasi beragama dan kerukunan dapat terus terjaga di Kalbar.
Baca juga: FKUB Beberkan Pemahaman Tentang Moderasi Beragama
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....