Sinergi MBG di Kalbar, BGN Dorong UMKM dan BUMDes Perkuat Rantai Pasok

  • 12 Mei 2026 18:06 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Badan Gizi Nasional
  • MBG
  • Rantai Pasok

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Irjen Pol (Pur) Sony Sanjaya, menegaskan pentingnya sinergi ekonomi kerakyatan dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat (Kalbar). Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan bertema, Sinergi Ekonomi Kerakyatan: Pemberdayaan UMKM, BUMDes, dan Koperasi untuk Penguatan Rantai Pasok dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis di Kalbar yang berlangsung 11 sampai 13 Mei 2026.

Sony mengatakan, kedatangan jajaran BGN ke Kalbar bertujuan melakukan konsolidasi pelaksanaan program MBG bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mitra yayasan pengelola fasilitas SPPG, hingga para kepala satuan tugas MBG di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“Konsolidasi ini dilakukan untuk menyamakan tujuan dan langkah dalam pelaksanaan program MBG, sehingga seluruh stakeholder memiliki pemahaman yang sama,” katanya, saat konferensi pers bersama awak media, Senin, 12 Mei 2026.

Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah di Kalbar terhadap pelaksanaan program MBG. Menurutnya, seluruh kepala daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terlibat langsung sebagai ketua satgas program MBG.

“Ini menunjukkan perhatian serius dari para kepala daerah terhadap keberhasilan program MBG,” katanya.

Sony juga menyebut hingga saat ini terdapat 508 SPPG yang telah terverifikasi di Kalimantan Barat dan sebagian besar sudah beroperasi. Program tersebut disebut telah menyerap lebih dari 20 ribu tenaga kerja, khususnya masyarakat yang berada pada kategori kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.

Secara nasional, lanjutnya, anggaran yang telah digelontorkan pemerintah untuk program MBG mencapai lebih dari Rp1 triliun. Sementara khusus di Kalbar, anggaran yang disalurkan mencapai Rp16,8 miliar per hari.

“Dana ini mengalir langsung ke masyarakat melalui SPPG yang tersebar di berbagai daerah. Dampaknya bukan hanya pada pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dari total anggaran tersebut, sekitar Rp2,3 miliar per hari diserap untuk tenaga kerja yang terlibat dalam program MBG di Kalbar. Sedikitnya 22.453 masyarakat disebut memperoleh manfaat ekonomi dari program tersebut dengan rata-rata pendapatan minimal Rp100 ribu per hari.

Sony menilai program MBG memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah karena mampu menggerakkan sektor usaha masyarakat, termasuk petani, peternak, UMKM, koperasi, dan BUMDes.

Karena itu, BGN kini mendorong pemerintah daerah untuk mulai memperkuat rantai pasok program MBG dengan melibatkan masyarakat lokal dalam penyediaan kebutuhan pangan, seperti telur, beras, dan bahan pangan lainnya.

“Anggaran yang masuk ke daerah harus benar-benar diserap masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi rakyat. Inilah yang disebut sinergi ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Sony pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan program MBG demi meningkatkan kualitas gizi sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

“Program ini bukan hanya memberikan asupan bergizi, tetapi juga memiliki multiplier effect dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya, mengakhiri.

Baca juga: MBG Pontianak Genjot Gizi, Dapur Jadi Motor Ekonomi

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....